
Manado — Usianya relatif muda. Menginjak 26 tahun. Statusnya pun sebagai anggota DPR RI termuda 2019-2024.
Dia adalah Hillary Brigitta Lasut, SH, LLM, anggota DPR RI dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) dari daerah pemilihan Sulawesi Utara.
Master hukum lulusan Universitas Washington, Amerika Serikat ini sedang jadi perhatian di Sulawesi Utara, karena dia membela laki-laki yang sedang menghadapi masalah.
Pembelaan Hillary kepada laki-laki bernama Rafael Malalangi bukan urusan biasa, tetapi urusan luar biasa.
Ini urusan karir dan masa depan orang yang “terjegal” di tengah jalan.
Rafael adalah calon bintara Polri lokasi pendaftaran Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang diumumkan diterima dalam seleksi nasional tahun 2021 ini.
Namun, kemudian kelulusannya batal setelah ada surat kepolisian bahwa Rafael dinyatakan tidak lulus.
Rafael dan keluarga besarnya pun terguncang, karena mereka sudah lebih dulu bahagia dengan membuat syukuran segala.
Peristiwa ini mengundang perhatian publik, tak terkecuali Hillary.
Sebagai politikus berlatar belakang hukum, Hillary melihat kejadian ini sebagai keganjilan yang harus dia tuntaskan.
Nalurinya melihat jangan-jangan ada pelanggaran serius dalam pembatalan kelulusan Rafael ini.
Hillary pun bersurat resmi kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam suratnya itu, Hillary mempertanyakan mengapa peristiwa itu bisa menimpa Rafael?
“Mengapa ini harus terjadi di era keterbukaan informasi sekarang. Saya akan berusaha masalah ini tuntas tanpa ada yang dikecawakan,” kata Hillary tegas.
Nah, pembelaan Hillary ini menjadi momentum besar yang akan menambah bobotnya sebagai seorang politikus.
Tak bisa dipungkiri bahwa manuver Hillary ini menjadi perhatian pubik. Nilai positif sudah pasti akan dia peroleh.
Hillary telah tampil sebagai pembela yang pertama.
Dan, dalam masa mendatang, Hillary tidak bisa lagi menjadi perhatian hanya karena statusnya sebagai anggota DPR RI termuda.
