Agama dan Pendidikan

Game Manguni Squad jadi Utusan Indonesia di Ajang Licensing Expo China 2019

Game Manguni Squad jadi Utusan Indonesia di Ajang Licensing Expo China 2019


Manado – Kabar baik di bidang ekonomi kreatif, dunia game Sulawesi Utara dari karya anak bangsa, Game ‘Manguni Squad’ salah satu utusan Indonesia yang akan mengikuti ajang Licensing Expo China 2019.

Andria Wahyudi, S.Kom, M.Eng, ACA, (Founder, Game Designer, Progamer) kepada Beritamanado.com, Selasa (25/6/2019), menjelaskan Game Manguni Squad (MS) adalah game First Person Shooter (FPS) atau sudut pandang orang pertama.

“Manguni Squad adalah Game FPS (First Person Shooter) pertama yang dibuat oleh Indonesia. Toar, karakter utama, adalah seorang gamer profesional yang direkrut oleh polisi karena keahlian khususnya. Kemampuan menggunakan senjata di game sama seperti kemampuan menggunakan senjata di dunia nyata. Setelah itu ia menjadi pasukan khusus Interpol, yang disebut Manguni Squad. Dia melawan teroris, sindikat narkoba, dan sindikat hoax,” jelas Andria Wahyudi.

Selanjutnya Andria menceritakan bagaimana MS nantinya bisa mewakili Indonesia di ajang Licensing Expo China, 24-26 Juli 2019.

“Jadi tadinya kita lolos seleksi dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) pada program Katapel. Dari ribuan IP (Intelektual Property) dipilih 100 terbaik, kemudian diseleksi lagi dan dipilih 50, di seleksi lagi dipilih 20. Terakhir dipilih 5 untuk mewakili Indonesia,” kata Andria.

Lebih dalam Andria Wahyudi menerangkan tentang Ajang Licensing Expo China 2019.

“Ajang Licensing Expo China 2019 ini adalah ajang dimana semua IP di seluruh dunia akan ditampilkan,” ujar Andria.

Andria Wahyudi menerangkan peserta Licensing Internasional ini rata-rata perusahaan besar antara lain Marvel Avenger dan DC Batman.

Di saat yang sama investor-investor dari seluruh dunia akan datang. Investor-investor akan bekerjasama dengan IP untuk menjadi sebuah produk merchandise. Indonesia harus mempunyai IP yang dapat bersaing di pasar Global IP Internasional.

Andria Wahyudi juga menjelaskan beberapa keunikan pada MS yaitu:

1. Karakter unik dan cirikhas daerah di Indonesia.
2. Objek yang di buat menggunakan 3D scan. Objek nyata seperti Waruga, Candi di scan jadi object 3D.
3. Ada rumah adat, dan monumen-monumen di Indonesia.
4. Pakai bahasa daerah.
5. Mengenalkan situs warisan budaya Indonesia.
6. Mendukung anti narkoba karena musuh adalah pengedar narkoba, penyebar hoax.
7. Mendukung pariwisata.
8. Game untuk meningkatkan rasa bela negara.

“Inilah keunikan dari Manguni Squad,” tandas Andria.

Berikut personil Manguni Squad:

Andria Wahyudi, S.Kom. M.Eng., ACA (Founder, Game Designer, Programmer)
Mayor Tek Ardian Infantono, S.Kom. M.Eng.(Programmer, Advisor of Weapon and Battle Strategy)
Andrew Lengkong, S.Kom., MM (Marketing, Graphic Designer, Character)
Melisa Rende, S.Kom (Marketing, Social Media and Google Play Admin)
Yuan Mambu, BSIT, MCIS, MCP (Visual Art, Comic, Animation)
Semuel Tumbal (Scene Maker, 3D Modeling, programmer)
Ronaldo Anwar, S.Kom., ACA (Scene Compositing, Animator, programmer)
Charlie Dumingan, S.Kom., M.Hum (Merchandising, Hukum, Legalitas)
Mario Putong, S.Kom. (2D Art).

“Ini gabungan dari Akademisi, TNI-AU, Polisi, Guru, dan Mahasiswa. Mereka bekerja untuk pembuatan selama 7 bulan, dan untuk versi terbaru dikembangkan selama 1 tahun,” pungkas Andria.

(NovaManoppo)



BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara