Berita Utama

Film Free WiFi Angkat Komedian Manado ke Layar Lebar, Tayang Mulai 23 Juli 2026

Film Free WiFi Angkat Komedian Manado ke Layar Lebar, Tayang Mulai 23 Juli 2026
Jumpa pers film Free Wifi di MBW 2, Sabtu (11/7/2026).

Penulis: Sri Surya | Manado

Industri perfilman Sulawesi Utara kembali menghadirkan karya baru melalui film Free WiFi, sebuah film bergenre komedi-drama yang mengangkat potensi talenta lokal Manado sekaligus mempromosikan keindahan daerah.

Film garapan sutradara Dony Mamahit ini dijadwalkan tayang di jaringan Bioskop XXI mulai 23 Juli 2026.

Diproduseri Donny Sarijowan, Free WiFi menghadirkan perpaduan aktor nasional dan deretan komedian populer Sulawesi Utara.

Film ini dibintangi Mando GW sebagai Davi, Annette Edoarda sebagai Grace, Putra Dinata sebagai Verdian, serta Ronny Imanuel atau Mongol Stres dan Amoy yang berperan sebagai detektif partikelir.

Sejumlah komedian lokal seperti Jilli Lavenia, Kale, Papanialo, Tanta Mien, Tanta Keke, Sulle, hingga Om Sampel juga turut meramaikan film tersebut.

Cerita berpusat pada Davi, seorang pengemudi ojek online yang menjadi tulang punggung keluarga.

Demi mendapatkan pengakuan di media sosial, Davi membangun citra sebagai pria kaya melalui berbagai unggahan yang menampilkan gaya hidup mewah.

Strategi itu berhasil menarik perhatian Grace hingga keduanya menjalin hubungan asmara.

Namun, hubungan mereka mendapat tantangan dari Verdian, mantan tunangan Grace, yang merasa curiga dengan identitas Davi.

Verdian kemudian menyewa dua detektif swasta yang diperankan Mongol Stres dan Amoy untuk menyelidiki kehidupan Davi.

Penyelidikan tersebut justru membuka fakta bahwa Davi hanyalah seorang driver ojek online, yang kemudian memicu berbagai kesalahpahaman, aksi penculikan, hingga rangkaian konflik jenaka yang melibatkan keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Eksekutif Produser Habelana Lucia Goni mengatakan, Free WiFi menjadi salah satu film yang sangat kental dengan nuansa Manado, baik dari sisi pemain maupun lokasi pengambilan gambar.

“Film ini diperankan oleh hampir 100 persen orang Manado, hanya beberapa pemain yang bukan orang Manado. Lokasi syutingnya juga 90 persen di Manado. Jadi memang menunjukkan indahnya Kota Manado dan sekitarnya,” ujar Lucia.

Menurutnya, film tersebut tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kemampuan para komedian Sulawesi Utara ke panggung nasional.

“Mimpi saya membawa para pelawak Sulawesi Utara ini ke tingkat nasional, karena mereka punya kemampuan itu. Selain itu, film ini juga bisa jadi kebanggaan daerah karena selain komedi, ada banyak hal tentang Sulut di dalamnya,” katanya.

Bagi Amoy, kesempatan beradu akting dengan Mongol Stres menjadi pengalaman yang membanggakan. Apalagi, Free WiFi merupakan debutnya di layar lebar.

“Meski Mongol orang Manado, tapi kiprahnya sudah nasional dan siapa yang tidak kenal beliau. Makanya merupakan suatu kebanggaan bisa beradu akting bersama dengan Mongol, apalagi film ini film pertama Amoy,” ujar Amoy.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara