Agama dan Pendidikan

Hari Pertama MATAMUDA 2026, MI Tahfidz Tuah Sakato Sambut Murid Baru dengan Suasana Ramah Anak

Hari Pertama MATAMUDA 2026, MI Tahfidz Tuah Sakato Sambut Murid Baru dengan Suasana Ramah Anak
Kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MI Tahfidz Tuah Sakato Manado, insert: Kepala MI Tahfidz Tuah Sakato Manado Christover Visal Solang

Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahfidz Tuah Sakato Manado, di bawah naungan Yayasan Tuah Sakato Manado, resmi memulai kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda penyambutan peserta didik baru ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh keceriaan, dan mengedepankan pendekatan ramah anak sebagai langkah awal mengenalkan lingkungan madrasah kepada para siswa.

Ketua Yayasan Tuah Sakato Manado Prof. Dr. Evra Willya M.Ag, melalui Kepala MI Tahfidz Tuah Sakato Christover Visal Solang S.H, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya tahun pelajaran baru.

“Alhamdulillah, pada hari pertama tahun pelajaran baru 2026/2027 ini, MI Tahfidz Tuah Sakato dengan penuh rasa syukur dan semangat menyambut kedatangan para peserta didik baru melalui kegiatan MATAMUDA,” ujar Christover.

Menurutnya, hari pertama sekolah sengaja tidak difokuskan pada kegiatan akademik yang bersifat formal. Sebaliknya, madrasah memilih menghadirkan suasana yang menyenangkan agar proses adaptasi anak berlangsung lebih mudah.

Fokus utama kegiatan adalah proses ta’aruf atau saling mengenal. Para peserta didik diperkenalkan dengan lingkungan madrasah, mulai dari ruang kelas, fasilitas ibadah, hingga berinteraksi langsung dengan para guru dan teman-teman seangkatan.

“Transisi dari rumah maupun TK/RA menuju jenjang MI tentu membutuhkan pendekatan psikologis yang hangat. Karena itu, kegiatan kami kemas melalui berbagai permainan edukatif, sapa salam yang interaktif, serta aktivitas menyenangkan agar anak-anak merasa aman, nyaman, dan tidak asing dengan lingkungan baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, MI Tahfidz Tuah Sakato ingin menanamkan kesan pertama bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang menyenangkan untuk bermain, menimba ilmu, sekaligus menghafal Al-Qur’an.

Selain menyambut peserta didik, momentum MATAMUDA juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi awal yang baik dengan para orang tua atau wali murid.

Dirinya berharap, kolaborasi antara pihak madrasah dan keluarga dapat terjalin sejak hari pertama, sehingga proses pendidikan anak dapat berjalan optimal.

“Kami berharap kolaborasi antara madrasah dan orang tua terus terbangun dengan baik untuk mengantarkan anak-anak menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta istiqomah menjadi penghafal Al-Qur’an,” tutup Christover.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara