
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar memakaikan kartu tanda pengenal MPLS dan Bantuan Seragam Sekolah untuk Siswa baru SMP Negeri 2 Bitung.
Peliput: Syarif Umar l Bitung
Komitmen Pemerintah Kota Bitung dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan kembali ditegaskan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., saat memimpin Upacara Bendera awal masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 yang dirangkaikan dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah di SMP Negeri 2 Bitung, Senin (13/7/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Hengky Honandar menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi harus menjadi “rumah kedua” yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, inklusif, serta melindungi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang apa pun.
Turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia Dr. Drs. Jeffry Wowiling, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung Fonny Tumundo, S.Pd., M.Pd., Kepala DPPKB Kota Bitung Dr. Ir. Haidy Malingkas, M.Si., Kepala SMP Negeri 2 Bitung Tommy Mouddy Paat, S.Pd., serta Ketua Panitia MPLS Tahun 2026/2027 Dortje Leny Haring, S.Pd.K., M.Pd.K.
Sebagai simbol dimulainya MPLS Ramah Tahun 2026, Wali Kota memasangkan kartu tanda peserta kepada siswa baru serta menyerahkan bantuan seragam sekolah bagi peserta didik jalur afirmasi. Langkah tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan Pemerintah Kota Bitung dalam memastikan akses pendidikan yang adil, merata, dan dapat dinikmati seluruh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
Sebanyak 448 peserta didik baru mengikuti pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 2 Bitung.
Dalam amanatnya, Hengky Honandar menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru sekaligus mengajak mereka memulai perjalanan pendidikan dengan semangat, optimisme, dan tekad kuat untuk terus belajar serta mengembangkan potensi diri.
“Hari ini merupakan awal dari perjalanan baru untuk belajar, bertumbuh, membangun persahabatan, serta mengembangkan potensi diri demi meraih cita-cita,” ujar Hengky.
Ia menegaskan bahwa MPLS Ramah bukanlah ajang perpeloncoan, intimidasi, maupun kekerasan, melainkan proses pengenalan lingkungan sekolah yang edukatif, menyenangkan, dan menghormati hak-hak anak. Karena itu, seluruh satuan pendidikan di Kota Bitung diminta memastikan tidak ada lagi praktik bullying, diskriminasi, intoleransi, maupun bentuk kekerasan lainnya.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi semua. Tidak boleh ada anak yang merasa takut datang ke sekolah. Tidak boleh ada anak yang merasa dikucilkan karena latar belakang, kemampuan, agama, suku, ataupun kondisi ekonominya,” tegas Wali Kota.
Menurut Hengky, pelaksanaan MPLS Ramah harus berpijak pada tiga prinsip utama, yakni ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya, sehingga setiap peserta didik dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa tekanan maupun beban tambahan bagi orang tua.
Ia berharap seluruh sekolah di Kota Bitung mampu menciptakan suasana belajar yang hangat, penuh kepedulian, dan saling menghargai sehingga benar-benar menjadi rumah kedua bagi setiap anak untuk bertumbuh, berprestasi, dan membangun karakter.
Kepada para guru, Hengky mengingatkan agar tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembimbing, pelindung, motivator, sekaligus teladan bagi generasi penerus. Sementara kepada para siswa senior, ia mengajak untuk menjadi sahabat yang membantu adik-adik kelas beradaptasi di lingkungan sekolah, bukan menjadi pelaku intimidasi.
Di hadapan seluruh peserta upacara, Wali Kota juga mengimbau para pelajar agar belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, menjauhi narkoba, perundungan, serta segala bentuk kekerasan. Ia berharap lahir generasi Bitung yang disiplin, kreatif, inovatif, berkarakter, bergotong royong, dan cinta tanah air.
Menutup amanatnya, Hengky Honandar menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi paling strategis bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, Pemerintah Kota Bitung akan terus memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui pendidikan yang berkualitas, kita sedang membangun masa depan Kota Bitung dan masa depan Indonesia. Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkas Hengky Honandar.
