
Jusak Kereh dan Audy Karamoy
Tondano, BeritaMinahasa.com — Sosok Jusak Kereh dan Audy Karamoy mungkin kurang populer di kalangan politisi dan partai politik.
Wajarlah jika demikian, karena keduanya memang bukan kader parpol tertentu, sehingga tidak banyak orang memperbincangkan kedua sosok putra asli Minahasa ini.
Namun belakangan ini, keduanya dinilai mulai jadi bahan perbincangan sejumlah pihak setelah baliho keduanya mulai menghiasi sejumlah titik di wilayah Kabupaten Minahasa.
Hal tersebut sebenarnya Ketua Forum Tou Minahasa Alfian Ratu kepada sejumlah media, Sabtu (20/4/2024) kemarin di Tondano.
Alfian mengatakan, bahwa figur Jusak Kereh dan Audy Karamoy secara ekonomi sudah mapan, jadi ia memberi garansi jika keduanya tidak akan menggunakan APBD Minahasa sebagai ladang untuk memperkaya diri sendiri.
“Keduanya adalah pengusaha sukses dan mempunyai jaringan bisnis yang baik. Jadi jika keduanya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Minahasa, maka keduanya akan memaksimalkan anggaran daerah dan pusat untuk pembangunan segala bidang,” ungkap Alfian.
Alfian juga menambahkan, karena sepak terjang seperti itulah, Forum Tou Minahasa mendorong keduahya untuk maju dalam Pilkada Minahasa 27 November 2024 mendatang.
Hal serupa juga diutarakan Sekretaris Forum Tou Minahasa Jane Maengkom, dimana figur Jusak Kereh dan Audy Karamoy merupakan perpaduan yang harmonis, karena mereka sudah lama saling kenal.
“Dijamin, jika mereka terpilih, maka pemerintahan di Minahasa akan berjalan secara harmonis juga, karena tidak butuh waktu lagi untuk saling mengenal satu sama lain,” kata Maengkom.
Disinggung tentang kendaraan politik apa, Maengkom menyebutkan secara pasti belum ada kepastian, namun dirinya mengakui ada hubungan baik dengan beberapa partai politik, termasuk dengan Partai Gerindra.
“Sejauh yang saya ketahui, ada relasi yang baik dengan orang-orang dekat di lingkaran Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka,” ungkapnya.
Ditambahkannya, Jusak Kereh dan Audy Karamoy juga adalah keterwakilan dari sub etnis Tountemnoan dan Tolour.
“Jusak Kereh berasal dari Langowan dan Audy Karamoy dari Tondano. Secara kultur, mereka sangat mengenal kondisi daerahnya meski selama ini disibukkan dengan bisnis masing-masing. Dalam kesatuan sebagai Tou Minahasa, keduanya juga akan merangkul semua sub etnis di Minahasa untuk memajukan daerah tercinta,” harap Maengkom.
(Frangki Wullur)
