
MANADO – Dengan berangkatnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Utara (DPRD Sulut), Meiva Lintang yang merupakan kader Partai Golkar (PG) Sulut ke London. Menimbulkan reaksi keras dalam internal Partai Golkar.
Kali ini reaksi keras datang dari Sekretaris Badan Koordinasi Daerah (Bakorda) Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Sulut, Dandrem Nipur Karoba. “Kami akan menyurati Stefanus Vreeke Runtu (SVR) selaku ketua PG Sulut untuk memecat Meiva Lintang sebagai kader PG, karena telah melukai hati rakyat Sulut dengan ‘Ngelayap’ ke London,” ujar Karoba, Selasa (08/11) malam.
Ditambahkannya, Meiva juga harus diturunkan dari jabatannya sebagai ketua DPRD Sulut. Pasalnya Meiva dinilai telah memalukan PG, dengan membiarkan anggaran sebesar Rp 13 M untuk ‘Ngelayap’ ke Luar Negeri tanpa kajian akademik.
“Rakyat kecewa perilaku ketua DPRD Sulut yang berasal dari PG karena tidak pro rakyat. Suara Golkar Suara Rakyat. Jadi Golkar melalui kader-kadernya harus dengar suara rakyat, bukannya mengabaikan. Rakyat kecewa perilaku wakil rakyat yang hanya hobby ‘Plesir’ disaat banyak rakyat susah,” tukas Karoba.
Sekedar untuk diketahui, dengan adanya pemecatan maka secara otomatis posisi Meiva sebagai Ketua Dewan bakal digantikan. (is)

ada pepatah, “Biasakanlah Yang Benar Jangan Biasakan Kebiasaan”
ni tanta meiva ‘dapalia deng daparasa’ gagal memanage partai GOLKAR dan kadernya. maar ‘berhasil’ karuyah ni mom (so tambah makmur ley) uhuuuiiiiiiiy………………… obsesi jadi angoota dewan adalah……. isi jo suka-suka hahahahahaha………..so lalah mo ba kritik soale talinga tembok zeg…
13 Miilliar for bekeng 1 kampung pemuda/i kuliah gratis cukup nda ee??
*1 orang = 200juta (SPP + akomodasi) = cukup untuk 65 kandidat pemuda/i desa dikuliahkan di Jawa.
4 tahun kemudian SULUT ketambahan 65 pemuda/i daerah mantap demi pembangunan SULUT kedepan.
Nanti kalo hari natal kong dia maso gereja lia jo depe baju. Pasti ada beli di London itu. He Tanta… titip neh bli akang kaos bola timnas inggris yang asli pa qta neh…
Jadi ketua deprov karena partai, tapi tidak ada kontribusi utk partai, bahkan utk rapat partai saja jarang skali hadir.. Bukannya saya membela Golkar, namun PG pantas mngganti kader sperti ini karena merusak tatanan disiplin partai.. Makanya popularitas partai2 menurun akibat sudah kehilangan dedikasi dari kader2 pnghianat yg mngabaikan integritas partai yg sudah mmbesarkannya..
…Rp 13 MILIAR ..BELI BERAS FOR PENGUNGSI LOKON ..CUKUP NYANDA EHHH ???
menurut saya kritikan ini pantas dan wajar sebagai bentuk kekecewaan rakyat dan kader Golkar. semoga dapat menjadi perhatian Pimpinan Partai Golkar Sulawesi Utara.