Seruan imperatif Sitou Timou Tomou Tou harus dibaca bukan sebagai slogan kultural, melainkan sebagai gugatan dekonstruktif-etis yang keras.
Ia hadir menolak secara tajam asumsi bahwa kriminalitas adalah keniscayaan zaman. Kriminalitas yang merajalela adalah suatu tanda bahwa kita sedang “gagal memanusiakan.”
Filosofi Sitou Timou Tumou Tou sekali lagi mengingatkan bahwa sejatinya, manusia tidak lahir sebagai manusia sepenuhnya, ia menjadi manusia yang sungguh-sungguh manusia “melalui relasi dialektis dengan sesamanya.”
Selama “kebudayaan tetap lelah memanusiakan,” tindakan kriminalitas akan terus menemukan jalannya.
(***/Frangki Wullur)
