Bisnis dan Ekonomi

Ekonomi Sulut Tumbuh 5,26 Persen di Triwulan I 2023, Konser K-Pop Jadi Salah Satu Pendukung

Hal ini disebabkan hampir seluruh lapangan usaha mengalami kontraksi pertumbuhan, kecuali lapangan usaha Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh sebesar 1,75 persen.

Efek musiman berakhirnya perayaan Hari Natal dan Tahun Baru pada triwulan sebelumnya serta baru dimulainya kegiatan konstruksi menjadi faktor penyebab terjadinya kontraksi pada triwulan I-2023.

Turunnya realisasi pengadaan semen serta belanja modal APBN dan APBD menyebabkan lapangan usaha Konstruksi terkontraksi signifikan, yakni sebesar -18,08 persen.

Beberapa lapangan usaha lain yang mengalami kontraksi cukup dalam antara lain Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (-13,84 persen), Transportasi dan Pergudangan (-11,82 persen), serta Pertambangan dan Penggalian (-11,73 persen).

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 (y-on-y) mengalami pertumbuhan pada sebagian besar komponen pengeluaran.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 8,74 persen, diikuti oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yaitu sebesar 8,13 persen, dan komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 6,23 persen.

Hal ini terjadi karena meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, LNPRT, dan pemerintah pasca pandemi Covid-19.

Sementara itu, komponen yang mengalami konstraksi paling dalam adalah komponen Impor Barang dan Jasa sebesar 6,20 persen akibat dari penurunan volume barang domestik yang dibongkar pada pelabuhan laut dan udara di Sulawesi Utara.

Struktur PDRB Sulawesi Utara menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2023 masih didominasi oleh komponen PK-RT, PMTB, serta Ekspor Barang dan Jasa.

Komponen PK-RT dan PMTB memiliki share masing-masing sebesar 44,78 persen dan 32,20 persen. Dua komponen tersebut memiliki peran yang cukup dominan terhadap perekonomian Sulawesi Utara pada triwulan I-2023, yaitu mencapai 76,99 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara triwulan I-2023, komponen PK-RT menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 3,95 persen. Hal ini terjadi karena terus meningkatnya konsumsi masyarakat setelah pulihnya kegiatan perekonomian pasca pandemi Covid-19.

“Selain itu peningkatan konsumsi rumah tangga juga dipicu adanya bulan Ramadan 1444H yang dimulai pada akhir Maret 2023 yang menyebabkan peningkatan konsumsi masyarakat terutama pada kategori makanan dan minuman,” kata Sirly.

Sumber pertumbuhan tertinggi kedua yaitu komponen PK-P sebesar 0,80 persen. Pertumbuhan pada komponen PK-P disebabkan adanya peningkatan pada hampir seluruh jenis belanja pemerintah kecuali belanja modal dan belanja pegawai.

Selanjutnya, komponen PK-LNPRT menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ketiga sebesar 0,17 persen.

(srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara