
Rumah Kopi Toronata Kawangkoan
Kawangkoan, BeritaManado.com — Tahun 1950 adalah momentum bersejarah pasangan suami isteri Jhon Alfrits Supit dan Maria Magdalena Umbas.
Pada tahun tersebut, Opa John dan Oma Maria bersepakat untuk membuka usaha Rumah Kopi yang diberi nama “Toronata”.
Kisah yang dituturkan sang cucu Stefen Supit kepada BeritaManado.com, Jumat (5/1/2024), bahwa Rumah Kopi Toronata sempat melewati dua fase bersejarah, yaitu masa pergolakan Permesta tahun 1958 dan Gerakan 30 September 1965.
“Tempat yang digunakan Opa dan Oma untuk memulai usaha Rumah Kopi Toronata ini yaitu di lokasi yang ada saat ini di pusat kota Kawangkoan,” ungkap Stefen Supit.

Seiring perjalanan waktu, Rumah Kopi Toronata telah banyak mengalami kemajuan, terutama dari segi jumlah pengunjung.
Saat ini Rumah Kopi Toronata sudah banyak dikenal luas oleh masyarakat, baik Indonesia maupun sejumlah negara asing, khususnya yang warganya pernah berkun berkunjung ke Kawangkoan.
“Setiap akhir pekan dan hari libur, pengunjung Rumah Kopi Toronata meningkat sekitar dua kali dari biasanya. Selain menu utama teh dan kopi, Toronata juga menyediakan aneka kuliner khas Minahasa.
Stefen Supit juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pengunjung setia Rumah Kopi Toronata yang setiap waktu menikmati menu kuliner yang ada.
(Frangki Wullur)
