
Bitung – Realisasi pencapaian target Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh delapan kecamatan patut diacungi jempol. Pasalnya, dari data Dispenda per tanggal 14 November, target PBB tahun 2012 sebesar Rp2.693.894.968 kini capaiannya 96.65% atau Rp2.603.568.071.
Namun sayangnya menurut Ketua GmnI cabang Kota Bitung, Edwin Tumurang, dibalik prestasi itu ada cerita memilukan sekaligus konyol yang dilakoni para lurah dan camat untuk mencapai target PBB. “Kasat mata para wajib pajak di Kota Bitung telah sadar untuk membayar pajak setiap bulannya, tapi ketika ditelusuri ternyata ada sejumlah lurah dan camat merogoh kocek sendiri untuk menutupi target PBB,” jelas Tumurang, Senin (10/12.
Informasi ini sendiri ia dapatkan dari pengakuan sejumlah lurah dalam memenuhi target PBB setiap bulannya. Dimana ada yang mengaku rela menggunakan gaji mereka hanya untuk menanggulangi wajib pajak yang menunggak.
“Alasannya jika mereka tidak memenuhi target dianggap tidak mampu dan takut diganti. Kendati harus menggunakan dana pribadi untuk menutupi tunggakan PBB dan hal ini juga kadang kala dilakoni para camat,” kata Tumurang.
Menurutnya, tindakan para lurah dan camat tersebut sangat konyol karena hanya demi jabatan rela menggunakan gaji untuk menutupi PBB. “Dan ini tentu sama dengan pembohongan kepada Walikota dan warga Kota Bitung karena capaian target PBB setiap bulannya tidak sepenuhnya dari wajib pajak tapi dana pribadi para lurah dan camat,” katanya.
Ia sendiri berharap Walikota bisa menelusuri dan melakukan pengecekan langsung soal capain target PBB tiap kecamatan jangan sampai para lurah dan camat lebih fokus pada target PBB daripada pelayanan.(enk)
