
MANADO – Demam Revolusi yang bergejolak di sejumlah negara Timur Tengah seperti Tunisia dan Mesir seakan mulai mewabah ke Manado. Hal ini terlihat dari rencana seorang tokoh politik Sulut, Benny Rhamdani, menggagas rencana Revolusi serupa dari Manado.
Sabagaimana ungkapan Rhamdani kepada beritamanado, bahwa dirinya telah mendapatkan mandat dari Jakarta untuk memimpin gerakan Revolusi untuk Indonesia dari Indonesia Timur melalui Manado, Kamis (03/01/11) siang.
“Saya dimandatkan dari Jakarta untuk memegang pergerakan Revolusi di Manado, langsung dari Pimpinan Gerakan Revolusi Indonesia,” ujar Rhamdani seraya menjelaskan bahwa ini harus segera dilakukan karena satu-satunya cara melepaskan masyarakat Indonesia dari kemiskinan adalah dengan merevolusi sistem pemerintahan.
“Para pejabat kita masih berwatak Orde Baru, ini harus kita perangi. Sistem tatanan pemerintahan juga tak kondusif harus segera kita sikapi,” tegas Rhamdani, seraya menghimbau seluruh komponen masyarakat Sulut untuk berpartisipasi dalam Gerakan Rakyat ini.
Sebagaimana informasi yang berhasil dilansir, Rhamdani akan mengadakan konsolidasi Gerakan Revolusi Indonesia dari Manado pada akhir pekan ini. (is)

Apadaya tangan tak sampai…
Suda jo ba ribut2 deng ni satu ini yang kebanyakan aneh2, lagian siapa yang mendukug dia?
Jaman sekarang kita harus menggunakan otak bukan hanya otot alias
dungu seperti keledai.
Gunakan hak memilih dan dipilih dengan baik. Pandai pandai untuk me
milih yang terbaik. Dukung mereka yang terpilih secara demokratis.
Kemajuan, kemakmuran, kesejahteraan bukan ditangan orang lain tetapi
ada ditangan torang samua yang akan didapat dengan BELAJAR dan BEKER
JA keras.
Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Kebijaksanaan akan.
Ora et labora.
GBU.
Revolusi?….atau malahan barangkali sebaiknya: “Involusi”…”Back to Basic”, “Back To Pancasila”…Kalau memang dilaksanakan secara murni dan konsekwen maka “negeri ini akan rukun”, karena unsur KASIH di Pancaila itu sangat jelas: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatrimu (Ketuhanan yang Maha Esa) dan kasihilah sesamu manusia (Pri Kemanusiaan dan Keadilan Sosial, Kebangsaan, Kerkayatan (Demokrasi)…
Tapi jangan dulu a priori katuk reaktif pak Benny…karena, banyak juga kemajuan yang bersumber dari “idee idee gila” kan?…seperti Socrates, Copernicus, Galileo, adalah penghasil idee idee gila yang akhirnya mendapat pengakuan….walaupun yang lain, idee gila itu ternyata memang “gila”….(contohnya…cari tau sandiri…nyanda susah mo dapa tau)..kita mo suka lia Naskah Akademi dari Pemberi Amanat ke Anggota Terhormat ‘Benny Rhamdani’…..dan naskah itu ‘di bawa ke publik” untuk…”debat publik dulu”….gi,mana?…
…HAHAHA…KITA P KEMBAR DI ATAS SO PANAS INI …
….
……KITA TUNGGU SAJA JALAN CERITANYA…
ado so tatabah lei orang gila di SULUT, kita kira cuma kita yg so gila….ada lei kote yg lebeh GILA
Kong kalau ada lei yg mo suka baku iko….mari jo dang baku iko…sapa so mo larang?
akhirnya apa depe istilah sama dengan tape nama biongo penene moyang maksudnya dari depe nenek moyangnya sampe deng tete moyangnya biongo samua, lantaran cuma jadi penghasut masa mo suruh rakyat mangamuk supaya kacau trus kalo so kacau ngana bagian pancuri tu dorang peharta, kong rupa cuma ngana jo yang punya “OTAK” makany pake Otak, jangan pake Pantat kalo bicara, hati-hati kawuleng dengan harimau babulu domba….
kami mencasri orang-orang yang punya “akal dan matahati” cerdas pinter dan beraklhak mulia namun tidak menimbulkan masalah untuk memimpin negera ini dan orang yang bijak adalah mengatasi maslah tanpa menambah “masalah” orang yang pintern mengatasi masalah menimbulkan masalah jadi gak perlu “revolusi” bejuang mengisi kemerdekaan ini dengan kodrat iradatnya masing0-masing, contohnya kumpulkan generasi muda manado dan buatlah “Balai latihan kerja” atau binalah generasi muda dalam bidang olahraga dari pada ngambil pemain dari luar yang tak berguna buatalah klub bola yang siap tanding dengan AC mila dan menang jadi masih banyak yang perlu dikaji dan di lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini bukan seperti itu lang menyuruh rakyat saling bunuh- itu ide yang gila yang gak Rasional dan gak pantas seorang yang ngkurnya pinter mengeluarkan ide gile ini ini mendakan bahwa yang punya kepala hanya bisa mengunaka “OKOL” dan tidak bisa Mengunakan “AKAL”
Kalau itu berlian maka: akan kelihatan berlianya walaupun dicampur dengan tahi ayam kalau itu tahi ayam maka kan kelihatan tahi ayam kwalau dicampur berlian, becik ketitik olo ketoro, jadi dengan kalimat ini kita sudah bisa melihat siap yang bicara “INI” mau dibawa kemana anak cucu kita ini usul pake akal gak punya akal gak usah usul….
kalau anda bisa merobah indoensia dalam sekejap menjadi sila kelima mengapa gak ikut jadi calon presiden kok malah baober dibelakang dan membuat makar? hati-hati dengan manusia yang ounya pemikiran begini yang akan memecahbelahkan dan menyengsarakan orang banyak…….kalau kamu kaya buatlah perusahaan hinga bisa merekrut tenaga kerja lapangan bagi generasi muda bukan kamu suruh meerka saling bunuh membunuh itu golongan “KAFIR” bukan golongan orang “BIJAK” Orang bijak itu gunakan Akal bukan “OKOL” makase
dikira enak kalau negara kacau balau, dulu nenek moyangnya gak pernah ikut berjuang di negara ini jadi gak pernah merasakan sakitnya dijajah, alias orang pendatang atau orang pelarian, tapi bagi orang indoeneisa yang nenek moyangnya berjuang disini dari belanda dan jepang pasti gak sudi mengikuti Ayat-ayat setan ini yang mengaku ayat “TUHAN”, masih banyak jalan lain menuju roma kalau mau jadi pahlawan bukan harus mengorbankan rakyat jelata dan anak cucu yg gak berdosa karena satu kepentingan yang ujung-ujungnya kepetingan partai, golongan, bahkan kepentingan pribadinya. supaya dipandang jafo, dipandang pahlawan kesiangan, jadilah pahlawan sesuai engan kodrat dan iratnya masing-masing, dia masu supaya indonesia ikut=ikutan kacau kayak afganistan hati-hati dengan mereka yang begini ini yang senang menabur “FITNAH”
Ngapain mau contoh negar yang bangkrut contoh negara yang gemah ripah loh jinawi, ngapai mencotoh aran, mesir Indonesia bukan keduanya, tapi indonesia tetap indonesia.totang makang ubi dia makang kurma, kalau mau pak beni ajak jadi pemberontak di mesir bair dipancung disana ini adalah ideide gila yang gak perlu digubris dan ini adalah salah satu keturunan “dazal” yang sengaja mengkacaubalaukan dunia
bapikir pangjang dulu sebelum melakukan sesuatu deng liat dulu gerakan ini memang demi rakyat banyak atau hanya segelintir manusia yang rakus kedudukan dan tahta, karena yang namanya revolusi itu jelas banyak mayat bergelimpangan yang mati percuma, apalagi kalau ada campur tangan dari negara luar, jadi jangan sampe kita kembali ketahun 65 yang ternyata hanya pura-pura jadi pahlawan alias pahlawan kesiangan, untuk bin kalau ada orang yang makar seperti ini supaya cepat ditindak lanjuti apa mau dan kemauan mereka itu, Kalau mau jadi pahlawan gak mesti jadi presiden atau mengundang kerusuhan itu sesunguhnya kaum yang melampuai batas
Nda war2 ni satu ini…
so sama lei udamakatraya deng beni…. sama-sama asal..
negara onta , mo iko-iko
Salam sejahera untuk kita semua!
Salut dengan apa yang dinyatakan oleh Anggota DPRD SULUT tentang Dukungan Referendum Masyarakat Papua… Ssebagai Alumni yang pernah kuliah di Sulawesi Utara cukup mengerti dengan sejarah Perjuangan PERMESTA dan Pembangunan Sulawesi Utara saat… Apa yang dicapai oleh Sulawesi Utara dalam Pembangunan boleh saya katakan cukup berhasil, dan rakyat di Sulawesi Utara betul-betul menikmati Kemerdekaan dalam bingkai NKRI saat ini, sebaliknya rakyat di Papua tidak menikmati Kemerdekaan dalam Bingkai NKRI tersebut tadi dan justu yang dirasakan rakyat Papua adalah Penjajahan yang dilakukan NKRI…
Terima kasih dan penghargaan yang tulus kami sampaikan untuk pak Rhamdani juga untuk DPRD Sulawesi Utara dan Masyarakat Sulawesi Utara atas dukungan Referendum Papua…
Semoga Tuhan selalu memberkati segala usaha kita semua…
revolusi itu tidak harus menunggu ada uang atau tidak….siapa bilang kondisi ekonomi Indonesia skrg lagi baik…??? apa yang terjadi di Mesir adalah bentuk campur tangan Anjing Neolib Amerika yang mengintervensi kehidupan Negara ke III….Bung Benny harus ada bacaan kondisi objektif dan Sitda dan sitnas yang matang….pada dasarnya kita bisa melakukan Revolusi namun Ingat Gerakan ini jangan dibelokan seperti 1998 oleh para Reformis Gadungan….selama sudah adah insureksi sejati Rakyat semua bisa dilakukan……
Tunisia, Mesir dan Indonesia sangat berbeda. Kondisi Ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih baik, dan saat ini rakyat masih percaya dan mengharapkan Pemerintah SBY berbuat lebih baik untuk rakyat. Kekuasaan Presiden SBY tidak selama Presiden Mubarak dan SBY berniat menjadi Presiden untuk dua periode saja.
Tunisia, Mesir dan Indonesia sangat berbeda. Kondisi Ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih baik, dan saat ini rakyat masih percaya dan mengharapkan Pemerintah SBY berbuat lebih baik untuk rakyat. Kekuasaan Presiden SBY tidak selama Presiden Mubarak dan SBY tidak berniat menjadi Presiden untuk dua periode saja.
Masyarakat skrg semakin cerdas ….. bila pihak2 tertentu ingin melakukan suatu action yg bertentangan dgn aturan hukum dan berpotensi memecah belah persatuan, maka action tsb tidak akan mendapat dukungan dr masyarakat luas …apalagi bila tdk ada dasar yg kuat utk membenarkan action tersebut…maka berpikir panjanglah sebelum membuat pernyataan2 yg bisa meresahkan masyarakat..
asal-asal jo ngana
Bahaya!!! Sdh pertimbangkan cost sosial ekonominya bos?…jangan asal bicara tanpa penjelasan yang detail…