Selain suara blasting, aktivitas alat berat di pit Alaskar setiap malam kata Wilsen, sangat menggangu. Belum lagi lalu-lalang kendaraan besar di pemukiman yang juga sangat mengganggu.
“Semoga Pemkot dan pihak perusahaan segera menemukan titik terang agar kami bisa hidup tenang setiap hari seperti warga lainnya di Kota Bitung tidak terganggu dengan suara ledakan dan alat berat,” katanya.
Sementara itu, Superintendent Public Relation External Relation PT MSM/TTN, Hery Inyo Rumondor menyatakan pihaknya sudah berupaya meminimalisir bunyi dan getaran akibat blasting.
Salah satu upaya kata Hery, adalah lewat papan pengumuman jadwal blasting yang diupdate setiap saat sesuai dengan rencana peledakan.
“Sebelum peledakan, kita sudah informasikan ke masyarakat lewat papan pengumuman yang kita pasang di area strategis agar mudah dilihat masyarakat,” katanya.
(abinenobm)
