Bisnis dan Ekonomi

Diduga Pupuk Palsu Beredar di Sulut

Diduga Pupuk Palsu Beredar di Sulut
Rapat Koordinasi Pengawasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (foto Beritamanado)

Manado – Pemerinta Provinsi Sulawesi Utara Selasa, (25/10) Siang  langsung melakukan rapat koordinasi guna membahas temuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) adanya pupuk bermerek Niphoska yang diduga palsu dan telah beredar di Sulut. Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulut DR. Adry A. Manengkey, SE. Msi diruang ex WOC kantor Gubernur.

Seperti diketahui pupuk yang diduga palsu telah diteliti lebih lanjut di laboratorium Balai Riset dan Standarisasi (Baristand) Kemenperin. Menindak lanjuti temuan dari Disperindag Sulut dari sampel yang didapat di Kelurahan Paal-4. Kecamatan Tikala. Akan hal itu oleh Pemerinta Provinsi secara hati-hati langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.

Hasil rapat pembahasan pupuk tersebut ada kejanggalan yang perlu ditelusuri lebih jauh. Dari rapat itu Tim dari Disperindag Sulut menjelaskan “memang ada beberapa kecurigaan karna komposisi yang tercantum dalam karung kemasan tidak sesuai dengan hasil yang diteliti di Laboratorium. Dari hasil penelitian itu kandungan yang ada pada pupuk yang diduga palsu tersebut jauh dibawah standar, biasanya delapan tapi yang hasil temuan ini dibawah satu.”

Dalam kemasan pupuk yang diduga palsu itu ada tanda SNI 023775.1905, tetapi cara penomoran tidak lazim yang dilakukan BSN. NPK merek Niphoska yang ditemukan, dalam kemasannya tertera unsur hara Nitrogen 3,60%, phospate 3,80%, kalium 3,6%, kalsium 6,08%, magnesium 0,24%, dan sulphur 2,01%. Dalam brosur yang dibagikan kepada masyarakat luas, disebut pupuk jenis itu memiliki izin Kementerian Pertanian dengan nomor G.768/Deptan-PPI/III/2009. (jrp)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara