MANADO – Aktifis Pemuda Sulut, Billy Johannis, mengatakan, pemerintah yang ada di Sulut termasuk anggota DPRD Sulut, sudah buta hati. ”Masakkan masyarakat untuk masak saja kesulitan, bukannya memperjuangkan minyak tanah malah hampir semua pejabat dan wakil rakyat keluar negeri, ”ujar Billy menyayangkan perilaku tak berempati para pejabat negera di daerah ini, Senin (1`4/11).
Billy, mengatakan, seharusnya Pemprov memperjuangkan penundaan pembatasan stok minyak tanah, dan meneliti kembali apakah seluruh rakyat di daerah ini sudah mendapatkan tabung LPG. ”Ini masyarakat Sulut yang sebagian besar umat Kristiani akan menghadapi Natal, dan sebagian besar masyarakat belum mendapatkan gas. Minyak tanah sudah dikurangi oleh Pertamina, ”ujarnya.
Dia memprediksikan perekonomian di tataranm masyarakat bawa pada akhir tahun ini akan semakin anjlok. ”Persoalannya semua kesulitan negara ini selalu yang paling kesulitan adalah rakyat ditingkat paling bawah, jadi harusnya ada perhatian dari pemerintah, bukan sebaliknya mereka (pemerintah) seakan berlomba keluar negeri, ”ujarnya lagi.(dan)
