
BITUNG—Rupanya potensi wisata yang dimiliki Kota Manado kurang diminati wisatawan asal Eropa jika dibandingkan dengan Kota Bitung.
Buktinya, dalam agenda perjalan wisatawan asal Eropa yang beberapa kali masuk ke Kota Bitung, tidak menyertakan objek wisata Kota Manado sebagai tujuan perjalan.
“Wisatawan Eropa yang sudah beberapa kali kami tangani ketika masuk ke Kota Bitung enggan untuk berkunjung ke objek wisata Kota Manado, tapi daerah lain seperti Minahasa, Minut dan Tomohon serta Kota Bitung sendiri menjadi agenda rutin yang mereka kunjungi,” kata agen wisata Mapanget Tour Travel, Alex kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu ketika menangani wisatawan dari kapal pesiar MS Saga Ruby.
Buktinya menurut Alex, sejak bulan Januari hingga bulan Maret ini, sudah empat kapal pesiar yang berkunjung ke Kota Bitung tapi Kota Manado merupakan ibukota Sulut bukan menjadi sasaran kunjungan. “Alasan mereka tidak memasukkan agenda kunjungan ke Kota Manado karena dinilai Kota Manado masih kotor jika dibandingkan kota lain di Sulut,” kata Alex.
Apa yang dikatakan Alex ini dibenarkan salah satu wisatawan asal Inggris, Keith Wise. Dimana menurutnya, dari informasi yang mereka terima dari wisatawan yang pernah berkunjung ke Kota Manado, tidak merekomendasikan kota tersebut sebagai tujuan wisata karena kondisinya yang kotor dan semrawut.
“Alasan mereka tidak memasukkan agenda kunjungan ke Kota Manado karena dinilai Kota Manado masih kotor jika dibandingka kota lain di Sulut,” kata Alex.
“Kalaupun ada agenda kunjungan wisata ke Kota Manado, itu hanya lokasi patung Yesus Memberkati, sedangkan untuk berkeliling kota tidak ada ketertarikan di banding Kota Bitung yang bersih,” kata Wise.
Ia sendiri mengaku lebih tertarik berkeliling Kota Bitung karena keindahan alami kota dan berharap di tahun berikutnya pula bisa kembali ke kota pelabuhan ini. “Sayang waktu yang diberikan agen untuk berkeliling Kota Bitung sangat terbatas jadi belum puas untuk melihat keindahan alam Kota Bitung lainnya,” katanya.(en)

biasa jo aaw
memang kedengaran terlalu ambisius kalo so patok Manado kota pariwisata dunia dibanding daerah2 lain. mana kwa ni dinas pariwisata? apa gebrakannya? sptnya yg berkembang sini cuma pertumbuhan hotel sementara fasilitas publik dan lokasi wisatanya sendiri masih paraaahh paraaaaahhh
TERNYATA BANYAK LAMU KOTE..
ADUH PARAH KANG, LAMU JO SAMUA INI KANG
Oya, bukannya kapal yang berkunjung ke Bitung itu kapal pasiar? Namanya kapal pasiar pasti so punya jadwal ketat. Ndak mungkinlah penumpang kapal pasiar mo tentukan sendiri dorang pe jadwal pasiar. Pasti kunjungan ke tempat2 tertentu itu diatur oleh tour operator di Bitung. Dan kalu tour operator orang Bitung, tantu dorang cuma se tunjung tu Bitung pe tampa2 noh….. hahahahha…… (ini sih kita pe dugaan hehehhee….)
Hehehehehe…. wisatawan Eropa nyandak mungkin mo keliling kota kasiang. Beda dengan wisatawan Manado kalu pi Eropa, dorang keliling kota pasiar kong ba foto di muka toko2 merek terkenal. Ato bafoto di muka sex museum. Kalu wisatawan Eropa umumnya dorang cari yang wisata alam, bukan pi cari mall kasiang….. hehehehhe….. Kiapa dorang pi di ba foto di patung Yesus memberkati? Itu karena dorang tau Indonesia negara muslim, dan sesuatu yang ‘lain’ pasti dorang tertarik. Ndak mungkin mo pasiar di Manado yg penuh dengan mall do’e. Apa depe beda dengan ba jalan di mall2 di dorang pe kota.
Itu depe logika kasiang….. Ndak ada hubungan dengan kebersihan. Ini Alex pe komentar (yg cuma da pake tu Om Wise pe kata2) cuma dugaan. Bukan alasan sebenarnya.
Baru sadar dang?? Dari dulu kwa nda sadar2 kang?!