Billy Lombok menjelaskan usai rapat (foto beritamanado.com)
Manado – Pembahasan perubahan APBD 2015 bisa dikatakan mengecewakan bagi Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara. Pasalnya, pada rapat bersama Komisi 2 DPRD Sulut hanya menyepakati tambahan anggaran Rp127.000.000 untuk program pengadaan pompa air bagi petani.
Meski begitu menurut Kadis Pertanian dan Peternakan, J. Panelewen, pihaknya akan memperjuangkan pengadaan pompa air melalui APBN.
“127 juta itu hanya bisa membeli tiga pompa air. Kami akan usahakan melalui bantuan APBN. Sebelumnya kami sudah bantu 40 unit pompa untuk kebun sawah,” tutur Panelewen kepada wartawan usai rapat.
Sementara itu anggota Komisi 2, Billy Lombok mengatakan DPRD telah turun lapangan melihat efek elnino yang berakibat kekeringan. Diakuinya, ada keterbatasan untuk anggaran tambahan namun berharap 2016 nanti lebih banyak anggaran untuk sektor pertanian dan peternakan.
“Pembicaraan dengan Kadis Dinas Pertanian nantinya ada lobi intensif terhadap dana APBN. Kami mendorong Kadis berangkat secepatnya karena hari ini ada pembahasan akhir dana irigasi termasuk pompanisasi.
Juga termasuk kekeringan di Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara dampak sistemik berakibat kekeringan karena kemarau panjang segera tertanggulangi,” jelas Lombok. (jerrypalohoon)

