
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado
Kepergian Rektor pertama Universitas Negeri Manado (Unima), Prof Dr Jan Lukas Lambertus Lombok, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, civitas akademika, dan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut).
Kesedihan yang mendalam turut dirasakan putranya, Billy Lombok yang mengenang sosok sang ayah sebagai akademisi yang tetap mengabdikan diri pada dunia pendidikan hingga akhir hayatnya.
Di rumah duka tempat persemayaman jenazah, Billy menceritakan bahwa kondisi kesehatan Prof Jan Lombok mulai menurun sejak sekitar satu setengah tahun terakhir.
“Papa sudah drop sejak 1,5 tahun lalu. Namun tidak selalu di rumah sakit. Jadi saya dan keluarga tidak bisa tinggalkan papa. Dijaga terus,” ujar Billy.
Meski kondisi kesehatannya terus menurun, semangat Prof Jan Lombok terhadap dunia pendidikan tidak pernah surut. Bahkan saat menjalani perawatan di rumah sakit, pendiri sekaligus tokoh penting dalam perjalanan Unima itu masih memikirkan kampus yang pernah dibangunnya.
Billy mengisahkan momen haru ketika sang ayah meminta untuk pulang dari rumah sakit.
“Waktu di rumah sakit, Papa tanya berapa biaya untuk pulang. Saya jawab Rp40 ribu untuk naik taksi online. Terus Papa bilang, ambil saja Papa punya ATM dan kasih uang Rp10 juta ke dokter supaya dokter sudah kasih Papa pulang. Papa bilang ingin pergi ke Tondano karena mau lihat kelas di sana,” kenangnya.
Cerita tersebut menggambarkan betapa besar kecintaan Prof Jan Lombok terhadap dunia pendidikan, bahkan di masa-masa akhir kehidupannya.
Menurut Billy, sang ayah juga masih aktif berkomunikasi dengan rekan-rekan dosen untuk memastikan aktivitas perkuliahan berjalan sebagaimana mestinya.
“Papa masih telepon dosen-dosen, tanya bagaimana kelas, siapa dosen yang masuk, apakah tugas-tugas berjalan lancar,” tutur Billy.
Kenangan itu menjadi bukti dedikasi Prof Jan Lombok yang tidak hanya dikenal sebagai akademisi dan tokoh pendidikan, tetapi juga sosok yang mengabdikan hidupnya bagi kemajuan pendidikan tinggi di Sulut.
Kepergian Prof Jan Lombok meninggalkan jejak pengabdian yang panjang serta warisan pemikiran yang akan terus dikenang oleh keluarga, sahabat, civitas akademika dan masyarakat Sulut.
