
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado
Prosesi ibadah persemayaman dan penghiburan jenazah almarhum Prof Dr Jan Lukas Lambertus Lombok di Desa Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), berlangsung penuh khidmat dan dihadiri keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, serta sejumlah pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada sosok pendidik yang berjasa bagi dunia pendidikan Sulawesi Utara (Sulut).
Prof Jan Lombok dikenal sebagai rektor pertama dan salah satu tokoh penting dalam perjalanan perkembangan Universitas Negeri Manado (Unima).
Namun, di tengah suasana duka tersebut, muncul sorotan dari kalangan tokoh pemuda dan aktivis di Kabupaten Minahasa Selatan terkait kehadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel.
Sejumlah aktivis dan tokoh muda Minael menyesalkan sikap Pemkab Minsel yang dinilai tidak menunjukkan perhatian yang layak terhadap kepergian tokoh pendidikan Sulut tersebut.
Mereka menilai kehadiran pemerintah daerah terkesan kepada mendiang almarhum jauh dari kata peduli.
Hal itu terlihat dari hanya diutusnya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Minsel yang berada di rumah duka.
Menurut mereka, sosok Prof Jan Lombok bukan hanya milik keluarga atau dunia akademik, tetapi juga merupakan putra daerah yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan di Sulut.
Karena itu, pemerintah daerah dinilai seharusnya menunjukkan penghormatan yang lebih besar dan hadir secara institusional dalam prosesi persemayaman.
“Kami sangat menyayangkan jika perhatian pemerintah hanya terfokus pada pejabat tertentu yang berada di rumah duka. Yang berpulang adalah tokoh pendidikan besar Sulut yang jasanya diakui banyak pihak,” ujar Donny Wungow salah satu tokoh pemuda yang juga wartawan senior di Sulut ini.
Dirinyapun menambahkan, untuk seorang tokoh, Prof Jan Lombok pantas mendapat penghormatan lebih.
“Kalau Bupati atau Wakil Bupati berhalangan dan tidak bisa hadir, paling tidak Sekda yang hadir mewakili,” tegasnya.
Para aktivis berharap ke depan pemerintah daerah lebih peka terhadap momentum-momentum penting yang berkaitan dengan tokoh masyarakat dan putra-putri terbaik daerah yang telah mengharumkan nama Minsel maupun Sulut di tingkat regional dan nasional.
Diketahui, Prof Jan Lombok tutup usia pada awal Juni 2026 dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, civitas akademika, serta masyarakat Sulut.
Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai akademisi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan dan berperan penting dalam transformasi serta perkembangan Unima.
