Manado – Meskipun Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan beberapa Bupati serta Walikota di Sulut tinggal menghitung bulan pelaksanaannya, namun hingga saat ini, jumlah dana yang dibutuhkan untuk pesta demokrasi tersebut belum jelas jumlahnya.
Padahal, untuk memulai tahapan Pilgub, harus diawali dengan pemaparan jumlah anggaran oleh pihak penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada pihak Pemprov maupun DPRD, mengingat sumber dananya dari eksekutif, dan tentunya harus persetujuan legislatif.
Di Sulut sendiri, alokasi anggaran untuk Pilgub tahun ini dalam APBD 2010 telah dianggarkan sebesar Rp 30 miliar. Namun oleh KPU Sulut menyatakan bahwa jumlah tersebut masih sangat kurang, karena anggaran ideal untuk Pilgub dengan asumsi dua putaran, berkisar pada 100 hingga 150 miliar rupiah. Menanggapi akan hal ini, Selasa (12/01/10) lalu, komisi I DPRD Sulut memanggil hearing pihak KPU Sulut untuk meminta presentasi mengenai jumlah anggaran yang dibutuhkan.
Sayangnya pada kesempatan tersebut pihak KPU melalui ketuanya Livie Alow menyatakan, pihaknya akan menyampaikan rincian anggaran Pilgub secara resmi pada Pemprov, yang pada kesempatan tersebut tidak hadir karena menurut sekretaris komisi I Benny Ramdhani sengaja tidak diizinkan oleh ketua dewan, Meyva Lintang.
Akibat dari masalah ini, Pilgub Sulut terancam ditunda. Padahal, jabatan Gubernur saat ini, Drs S H Sarundajang akan berakhir pada pertengahan Agustus mendatang. Itu berarti, dua atau tiga bulan sebelumnya, pemilihan sudah harus dilaksanakan.
“Kalau Pilgub ini harus ditunda, itu berarti akan ada caretekeer gubernur di Sulut. Saya mencurigai ada permainan politik tingkat tinggi disini,” ujar wakil ketua DPD GAMKI Sulut, Sandra Pangemanan SE. Pemprov, KPU dan Deprov menurutnya harus duduk satu meja, membahas masalah anggaran ini, karena jika tidak, maka agenda demokrasi akan terbengkalai.
“Masalah anggaran saya rasa bukan menjadi alasan untuk menunda Pilgub, karena ini tinggal pada kebijakan mensiasatinya,” pungkas Pangemanan yang juga wakil sekretaris KNPI Sulut ini. (IS)
