
Manado, BeritaManado.com – Berawal dari sepucuk surat, sebuah era baru perkembangan iman Katolik di tanah Minahasa dimulai.
Daniel Mandagi, seorang awam pensiunan tentara KNIL yang telah menjadi Katolik di Surabaya menyemai benih iman di tengah-tengah dominasi misi Protestan.
Di sebuah negeri yang bernama Langowan, tahun 1864, lahirlah seorang anak laki-laki bernama Demol, buah pernikahan Daniel Mandagi dengan seorang perempuan asal Langowan bernama Tentji Londah.
Sebagai seorang Katolik, adalah sesuatu yang alamiah bagi Daniel Mandagi agar anaknya Demol mendapatkan pelayanan Sakramen Pembaptisan.
Namun sayangnya, saat itu tidak ada imam Katolik yang dapat mengabulkan kerinduannya agar sang anak bisa dibaptis secara Katolik.
Berbekal pengalamannya semasa beberapa tahun menjalani dinas militer di tanah Jawa (Surabaya dan sekitarnya), lahirlah keberanian untuk menyapa sang gembala Uskup Batavia Mgr. Petrus Maria Vrancken.
Permintaan Daniel Mandagi tersebut dikabulkan oleh Uskup Vrancken dengan mengutus Pater Johanes de Vries SJ, seorang berkebangsaan Belanda untuk berkunjung ke Minahasa dengan masa dinas selama 2 bulan.
Singkat cerita, dengan sebuah kapal layar, berlabuhlah Pater Johanes de Vries SJ di Pelabuhan Kema (Daerah Kabupaten Minahasa Utara saat ini).
Pada 14 September 1868, Pater Johanes de Vries SJ membaptis banyak orang dan momentum inilah yang dijadikan rujukan untuk sebuah perayaan besar kembalinya iman Katolik di Minahasa.
Pembaptisan itu dilakukan Pater Johanes de Vries SJ sebelum ia berkunjung ke Langowan, sesuai dengan permintaan Dsaniel Mandagi dalam suratnya.
14 September 2018 silam, sebuah perayaan besar digelar di Lotta untuk mengenang sekaligus menghidupkan semangat misioner, baik bagi para imam, biarawan/biarawati maupun kaum awam.
Seiring dengan momentum bersejarah tersebut, kondisi umat Katolik di wilayah Keuskupan Manado semakin kokoh dan dewasa.
Tantangan yang dihadapi umat di paroki-paroki, ternyata tidak membuat relasi umat menjadi retak, malinkan semakin solid.
Selamat merayakan 157 tahun kembalinya misi Katolik di Minahasa, semoga dalam menyongsong perayaan serupa di tahun-tahun mendatang (160 tahun, 170 tahun, 175 tahun dan seterusnya), umat Katolik Keuskupan Manado semakin menjadi berkat bagi sesama.
(Frangki Wullur)
