Kota Manado

Wah !!! GMKI Dan GAMKI Sebut Walikota Manado Pengecut, Ini Alasannya

Hizkia Sembel
Hizkia Sembel

Manado – Tidak hadirnya Walikota Manado Vicky Lumentut ditengah-tengah massa GMKI dan GAMKI yang melakukan aksi damai didepan Kantor Walikota menuai kekecewaan.

Kepada BeritaManado.com, Ketua Cabang GMKI Manado, Hizkia Sembel mengatakan, merupakan hal yang wajar apabila massa menyoraki Walikota dengan sebutan pengecut.

“Kami yakin Walikota ada di Manado, tapi tidak mau menemui kami disini. Padahal jelas tuntutan kami ditujukan kepada Walikota Manado. Itulah mengapa kami menyebut Walikota Manado pengecut,” ujar Hizkia, Kamis (9/6).

Lanjutnya, GMKI dan GAMKI akan terus menegakkan kebenaran dan keadilan, sembari mempertanyakan ketidaksediaan Walikota Manado untuk menemui massa. (srisurya)

Satu tanggapan untuk “Wah !!! GMKI Dan GAMKI Sebut Walikota Manado Pengecut, Ini Alasannya”

  1. Dalam manajemen aksi unjuk rasa oleh perangkat aksi, harusnya ada yang disebut negosiator. Sejak kedatangan aksi masa ke Balai Kota Manado, perwakilan Pemkot melalui Badan Kesbangpol Linmas sudah menghubungi perangkat aksi meminta perwakilan pengunjuk rasa untuk bernegosiasi. Negosiasi sama sekali tidak bertujuan melemahkan atau mencari celah. Pemkot hendak membangun komunikasi konstruktif sebagaimana lazimnya menerima aksi unjuk rasa, dan itu dilakukan antara pihak penerima (Pemkot), pengunjuk rasa, dan pihak kepolisian. Yang ingin dikomunikasikan biasanya terkait materi aksi supaya bisa dihadirkan pihak yang berkompeten, siapa yang akan menerima, atau kondisi-kondisi lain yang hendak dikomunikasikan. Sekali lagi tujuannya bagaimana aksi dapat berlangsung lancar, komunikatif, dan mencapai tujuannya. Saat dihubungi, reaksi perangkat aksi yang disampaikan oleh KorLap adalah : TIDAK ADA NEGOSIASI. Dalam posisi ini tentu sikap pengunjuk rasa dapat dipahami. Tapi di lain pihak, pengunjuk rasa juga harus dapat memahami sikap yang akan menerima aksi unjuk rasa. Jadi kalau pihak pengunjuk rasa yang tidak mau berkomunikasi dengan pihak penerima aksi, lalu hendak membangun komunikasi sepihak, hanya mau tiba saat tiba akal tuntutannya harus dipenuhi, ya perlu dievaluasi lagi setting aksinya, atau belajar sama Cipayung lainnya. Ut Omnes Unum Sint.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara