Tompaso – Dalam dua sampai tiga tahun kedepan dunia terancam akan mengalami krisis pangan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang dalam acara dialog dengan masyarakat Tompaso Barat di Desa Pinabetengan, Rabu (5/3/2014) kemarin.
“Untuk menantisipasinya, marilah kita memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai komiditi pertanian yang biasa digenakan di dapur seperti cabe dan lain sebagainya. Dengan demikian, paling tidak kita sudah bisa memenuhi kebutuhan harian untuk pangan lokal,” ujar IvanSa.
Ditambahkannya, ancaman krisis pangan tersebut merupakan hasil pengamatan para pakar dunia. Dihentikannya ekspor jagung oleh Amerika Serikat ke beberapa daerah di dunia adalah salah satu penyebabnya. Hal itu dilatarbelakangi upaya AS yang sedang menjadikan jagung sebagai bahan bakar (bioetanol). (Frangki Wullur)

Wakil Bupati KARBITAN, kalo bicara ASBUN (Asal Bunyi), nyanda ada dasar!
So itu dia le pimpin Minahasa asal-asalan..!! Orang Minahasa bukang jadi lebe pande, maar lebe bodok, krn dorang p pemimpin model bagini!
Makanya kwa ngana “IS”, kalo ba skolah dulu, jang cuma ja ba-cao!!!
Cuma lantaran d p papa pejabat, kong boleh mo jadi ‘orang’…. itu tu mo se sombong?? BAKACA dulu kwaaa!
Co cari muka pa rakyat, dapa PANTA!!!