
Bitung, BeritaManado.com – Tiga remaja spesialis pencurian toko di sejumlah lokasi di Kota Bitung ditangkap Polsek Matuari.
Ketiga remaja itu adalah, IA (21) warga Kecamatan Aertembaga, BAS (18) warga Kecamatan Madidir dan JM (16) Kecamatan Matuari ditangkap, Selasa (09/06/2021) subuh.
Penangkapan itu dibenarkan Kapolsek Matuari, Kompol Andri Permana SIK yang menyatakan ketiganya ditangkap di rumah masing-masing sekitar pukul 01.30 Wita.
“Dari hasil interogasi sementara, ketiganya baru mengakui tiga lokasi toko yang mereka bobol dan masih dalam tahap pengembangan,” kata Andri, Kamis (10/06/2021).
Penangkapan ketiga remaja itu kata Andri, berdasarkan tiga laporan yakni laporan Polisi Nomor: LP/86/VI/2021/Res Btg/Sek-Matuari, tanggal 08 Juni 2021, laporan Polisi Nomor: LP/90/VI/2021/Res Btg/Sek-Matuari, tanggal 09 Juni 2021 dan laporan Polisi Nomor: LP/89/VI/2021/Res Btg/Sek-Matuari, tanggal 08 Juni 2021.
Berdasarkan laporan itu kata dia, tanggal 06 Juni 2021, ketiganya berboncengan menggunakan sepeda motor Honda metik dengan nomor Polisi DB 4458 CL warna putih menggasak satu tabung gas besar dan empat tabung gas kecil ukuran 3 Kg di toko milik Ismail.
Pada bulan Mei 2021, ketiganya beraksi di salah satu toko dan berhasil mengambil hanpone merek VIVO Y53 warna hitam.
Dan bulan Maret 2021, ketiganya berhasil menggasak handphone Oppo A92 warna biru putih milik salah satu penjaga toko.
“IA dan BAS merupakan residivis pencurian dengan sasaran warung/toko serta barang elektronik berupa handphone,” katanya.
IA dan BAS juga kata Andri, selalu beroperasi di wilayah hukum Polsek Matuari dengan sasaran toko/warung dengan berpura-pura sebagai pembeli.
Dan setiap beroperasi, ketiganya sudah berbagi peran layaknya pencuri profesional. Ada yang mengalihkan perhatian, eksekutif dan joki.
“Modusnya, dua orang masuk toko atau warung layaknya pembeli. Di dalam warung, satu orang mengalihkan perhatian penjaga dan satunya menggasak barang sedangkan satu lagi stand by di motor,” katanya.
Adapun barang-barang hasil curian menurut Andri, langsung dijual kemudian hasilnya digunakan untuk berfoya-foya.
“Bagi pemilik toko atau warung yang pernah kehilangan barang silakan datang untuk melapor karena kuat dugaan ketiganya tidak hanya beraksi di tiga lokasi saja,” katanya.
(abinenobm)
