
Ketua KPKB Pucuk Pimpinan KGPM Pnt. Stefen Supit
Kawangkoan, BeritaManado.com — Masih segar dalam ingatan masyarakat Indonesia peristiwa pembubaran kegiatan peribadatan salah satu desa di Provinsi Jawa Barat, kini muncul lagi kasus serupa.
Sebuah rumah di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat yang biasanya digunakan umat Kristen setempat untuk berdoa, beberapa hari lalu diserbu dan di rusak oleh sejumlah oknum.
Aksi intoleransi tersebut dinilai sudah sangat tidak manusiawi, karena sampai anak-anak diteror dengan rasa takut hingga mengalami trauma.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Pria Kaum Bapak (KPKB) Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Pnt. Stefen Supit secara tegas menyampaikan seruannya.
“Kasus intoleransi harus segera dibasmi. Indonesia ini diperjuangkan juga oleh tokoh-tokoh Kristen. Jadi, umat Kristen Indonesia sejatinya punya kebebasan untuk menjalankan keyakinannya,” ungkap Pnt. Stefen Supit.
Ditambahkannya, Pemerintah dan aparat penegak hukum jangan pilih kasih dalam menangani kasus intoleran tersebut.
“Oknum yang bertindak sebagai eksekutor maupun aktor intelektual yang berada di belakang layar, semuanya harus ditindak sesuai hukum seadil-adilnya,” ujarnya.
(Frangki Wullur)
