Manado – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara Christian Talumepa, SH menyayangkan penolakan sejumlah elemen masyarakat terkait pembangunan perusahaan tambang biji besi (Pabrik Baja) di Pulau Bangka, Minahasa Utara (Minut), padahal baginya hal itu justru akan membantu masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan.
Hal ini bagi mantan Kepala Biro Hukum Provinsi Sulut akan membantu mengatasi permasalahan tenaga kerja di Sulut pada umumnya. Karena dengan adanya perusahaan baru akan mengurangi jumlah pengangguran di bumi “Nyiur Melambai” ini.
Selain akan menyelesaikan masalah tenaga kerja, hal ini juga akan membantu pendapatan daerah untuk membangun pembangunan infrastruktur untuk kepentingan umum seperti jalan, jembatan, sekolah dan lain sebagainya.
Dengan adanya perusahaan tambang di Pulau Bangka itu berarti ada 19 Triliun (oleh investor), coba bayangkan pabrik baja ada di Sulut, berapa banyak tenaga kerja yang nantinya akan terserap,” katanya. (Rizath Polii)

Memang kadis asal malontok, cari muka pa bos. Dia lupakan kalu toch betul ada investor industri skala besar masuk Sulut, memang banyak menyerap tenaga kerja. Tapi sayangnya bukan tenaga lokal melainkan tenaga yg berasal dari daerah lain, baik Sulsel maupun Jawa.
Dia juga lupa bahwa pertambangan bijih besi di pulau Bangka merupakan pengingkaran thdp apa yg selama ini digaubgkan oleh pak Gub Sulut, yaitu diadakannya WOC, FTi dan bahkan rencana World Conference on Coral Reef Mei 2014. Ternyata semua event hanya sekedar seremonial untuk menjual nama Sulut sbg MICE City tanpa perlu konsisten thdp komitmen menjaga lingkungan pesisir.
Capek deh……..