
Tomohon – Rolling serta pengisian jabatan lowong oleh Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak (JFE) di penghujung tahun 2013 lalu mendapat tanggapan beragam dari sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkot Tomohon.
“Rolling di penghujung tahun sepertinya telah menjadi pola baku dari pimpinan saat ini. Itu bagus dan secara pribadi saya mendukungnya dan apresiasi buat itu. Namun kalau dari isi komposisi rolling sepertinya tidak ada yang istimewa dan tidak ada yang menonjol. Contohnya, ada pejabat yang masih layak untuk dipertahankan pada jabatannya yang lalu tapi kena rolling, justru ada pejabat yang sangat layak untuk di rolling tapi tetap dipertahankan. Ini bukan soal like and dislike, tapi kemampuan dan skill,” ungkap salah satu PNS yang meminta namanya tidak diekspose.
Lanjut dikatakannya, selain hal tersebut salah satu parameternya adalah masih banyaknya pejabat yang tidak kapabel dengan bidang tugasnya saat ini. “Memang ada pejabat yang ditempatkan sesuai dengan bidangnya tapi itu hanya satu atau dua orang, right man on the right job belum benar-benar diimplementasikan dan ini akan berdampak terhadap kinerja. Satu hal lagi, dari hitungan politis kabinet ini tidak menguntungkan malah merugikan di saat-saat seperti ini. Tapi sebagai PNS, saya harus mendukung rolling ini sebagai bentuk loyalitas kepada atasan dan pimpinan saya,” tuturnya.
Seperti diketahui, tepat di penghujung tahun 2013 lalu, Walikota Tomohon Jimmy Eman SE Ak melakukan rolling terhadap para pejabat esalon II dan III. Dalam sejarah kepemimpinan JFE sejak menjadi orang nomor satu di Kota Tomohon pada awal 2011 lalu, rolling ini adalah kali ketiga dilaksanakan setelah sebelumnya 31 Desember 2012 dan akhir Februari 2011.
