Agama dan Pendidikan

Tahun Ini Unsrat Miliki Dua Mahasiswa dari Luar Negeri

Manado – Juru bicara Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Daniel Pangemanan SH MH memberikan keterangan bahwa tahun ini ada dua mahasiswa dari luar negeri yang mengikuti kuliah di Unsrat.

Kedua mahasiswa baru tersebut berasal dari Afganistan, dan kedua mahasiswa tersebut masuk Unsrat lewat tes SNMPTN jalur undangan.

“Dua anak dari Afganistan saat ini bersomisili di rumah detensi imigrasi ringroad. Nama kedua anak tersebut yaitu Sajjad yang lolos di Fakultas Teknik Jurusan Informatika dank Amar lulus di Fakultas Pertanian,” papar Daniel.

Untuk diketahui mereka merupakan kakak beradik yang kemudian mendapat kuliah gratis melalui Program Mapalus di Unsrat Manado.(jkf)

10 tanggapan untuk “Tahun Ini Unsrat Miliki Dua Mahasiswa dari Luar Negeri”

  1. Saya setuju juga apa yg dikemukankan oleh Learner, dab itu akan dipertanggung jawabkab. Maksud saya mengkomentari hal ini tentang Unsrat pertama saya sebagai orang Minahasa orang Manado dan warga Unsrat, sepertinya akhir akhir ini banyak resistensi kepada Unsrat yg muncul sehingga program lei cuma dua org Afganistan kita pada tribut dan memberikan komentar yg tidak sedap terhadap Unsrat. Terima kasih buat learner, juga bagi yg lain saya bandingkan dengan program luar negeri artinya kita banyak mendapatkan bantuan yg banyak dari luar bahkan tidak patut diterima toh masih lolos, jgn kira jepang negara kaya kemudian mereka tidak berhitung satu yen setiap pengeluaran, justru krn itu Unsrat juga ingin menunjukan bahwa biar kecil kami juga dapat membantu negara luar untuk bersekolah. Itu sudah policy Unsrat dan sebagai warga Unsrat kami bangga akan program ini. Soal para siswa lokal yg belum mendapatkan itu silahkan mendaftar tahun depan. Program Bidik Misi terbuka bagi umum.

  2. Setiap kebijakan termasuk diterimanya 2 orang “pengungsi” Afganistan di UNSRAT, pasti ada yang pro dan ada yang kontra. Kalu kita terasuk yang mendukung kebijakan pihak UNSRAT ini dengan alasan:
    (1) Kalu baca depe berita di atas kedua anak tersebut diterima melalui jalur masuk nasional, yakni SNMPTN, bukan T2.
    (2) Kedua anak ini adalah bagian dari “pengungsi” Afganistan. Ini artinya dorang saat ini nyanda punya pekerjaan dan nyanda punya doi.

    Karena dorang so diterima di UNSRAT melalui jalur masuk nasional, maar dorang nyanda punya doi untuk kuliah, maka kebijakan UNSRAT untuk membebaskan biaya kuliah bagi mereka patut diberikan apresiasi.

  3. @Ruben… Sptnya tidak pantas kalau dibandingkan dgn program beasiswa dr Negara lain spt Jepang yg sudah maju & pendapatan perkapita rakyatnya sdh diatas rata2. Masalah ada dosen2 dan yg bukan dosen mendapatkan beasiswa dr Jepang tidak ada urusannya dgn program beasiswa dr Unsrat ini… Lagian semua perbuatan yg tdk jujur nantinya akan dipertanggungjwbkan pribadi itu sendiri.

  4. Tabea saudara saudara sekalian, ada yang harus saya luruskan buat para pembaca. Bahwa program ini bertujuan mulia dan janganlah kecewa atau merasa bahwa program Unsrat ini hanya mercu suar saja. Perlu diketahui bahwa ada banyak program Seperti ini yang diberikan oleh Perguruan Tinggi Mitra di Luar Negeri yang memberikan beasiswa besar kepada Mhs atau dosen Unsrat. Sampe ceki ceki ron yg itudosen dosen Unsrat. Ada yang dapa dua pintu beasiswa di Jepang, jadi pulang dengan bawa uang dan gelar. Sampai ada yang badusta lei mengaku dosen Unsrat sampe dapa beasiswa di Jepang, gampang mo telusuri org tersebut. Ada yg badusta umur….. Botom line banyak program luar negeri yg tidak terekspose yg memberikan keuntungan luar biasa bagi kemajuan pendidikan di Sulut. Misalnya Monbusho beasiswa di Jepang itu bnyak warga Unsrat yg jadi Orang saat bersekolah di Jepang. Dan beberap program lain.
    Anyway, program ini program kecil sebenarnya, hanya dua org mahasiswa dari Afganistan lagi seperti saudara saudara tahu negara ini tidak lebih baik dari kita.
    Terus, sama halnya prgram Pemerintah Indonesia yg memberi bantuan uang dan bahan serta skill ke negara2 yg kena bencana di Luar negeri yg jumlah tidak sedikit juga tapi tanpa mengabaikan bahwa banyak rakyat kita yg belum dapat makanan yang kayak toh.?
    Selanjutnya, Unsrat menerapkan program untuk warga sulut yaitu Bidik Misi, sudah beberapa tahun program ini dijalankan tetap kuota yg ditawarkan tidak terpenuhi. Program ini ditawarkan kepada siswa siwi sulut yg ingin kuliah di Unsrat punya kemapuan akademik tapi todak mampu secara finansial. Mereka mereka ini banuak di sulut dan minahasa, anak anak petAni yg kurang mampu, petani penggarap, bisa mendapatkan beasiswa bidik misi. Bahkan anak pendeta banyak yg dapat . Syarat utama adalah keterangan Lurah dan atau kepala desa bahwa ybs berasal dari keluarga tidak mampu belum memiliki rumah sendiri. Namun kalau ketika diketahui bahwa ybs ada lah keluarga mampu sanksinya akan dikeluarkan dari Unsrat. Karena badusta.
    Jadi ada progam Bidik Misi untuk keluarga tidak mampu silahkan mendaftar di Unsrat. Kontak saja Wakli rektor Bidang Kemahasiswaan.

  5. mustinya beasiswa buat orang SULUT bukannya orang luar negeri…. Juga yang maso program T2 mustinya orang SULUT bukannya orang luar daerah… so tabubale ini dunia.

  6. Ini program orang sombong & tidak punya otak ! byk anak di Sulut yg hrsnya berhak utk mendptkan beasiswa ini krn tidak mampu kuliah tapi malah diberikan kepada org yg tidak berhak samasekali. Masih mending yg dpt beasiswa sesama WNI ini WNA, Ampun !!!

  7. Org desa ndak dapa beasiswa karena miskin, buang doi pa org luar. Cuma mo cari nama! Cari muka mo dapa ….! ekor stou.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara