MANADO – Merasa pemadaman listrik, sikap dan prilaku PLN telah melukai masyarakat di Pulau Bunaken, maka Pdt Billy Johannis STh, Ketua BPMJ Tanjung Parigi Bunaken, menyatakan, telah mengirimkan surat terbuka yang berupa keluhan sekaligus protes ke pihak PLN Suluttenggo.
Isinya antara lain. Kepada yang terhormat; General Manager (GM) PLN Suluttenggo. Masyarakat Bunaken sangat kecewa dengan kinerja PLN cabang Manado, pada tanggal 24 Desember 2011. Di mana listrik padam sejak pagi, dan nanti menyala pukul 16.30 Wita, dan pukul 17.00 Wita padam lagi nanti menyala kembali pukul 21.15 Wita.
Sejak pukul 17.00 Wita kami sudah menginformasikan kepada Kepala Cabang PLN Manado, Frans Lissi melalui SMS bahwa pukul 18.00 Witta ada ibadah malam Natal, dan ini hanya dilakukan setahun sekali. Dan, sekadar diketahui jemaat Kami di Bunaken Tanjung Parigi, ada yang jarak tiga kilometer, sehingga kalau listrik mati sulit ke gereja.
Kami juga sudah menyampaikan bahwa kami tidak lagi memiliki genset, karena sudah rusak, dan selama ini listrik sudah melayani di Bunaken 1×24 jam. Karena listrik menyala nanti pukul 21.15 Wita, maka ibadah nanti dimulai jam tersebut.
”Sesudah itu saya SMS kembali ke Pak Frans, dan menyatakan karena lampu menyala sudah agak larut, jadi Jemaat yang hadir hanya 22 orang, lalu dijawab. ”Kenapa kolektenya kurang ya? Cuma 22 orang.”
”Saya anggap jawaban ini merupakan penghinaan kepada gereja. Kemudian pada tanggal 26 Desember Natal kedua listrik mati sejak pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita, artinya pada ibadah Natal kedua tidak ada listrik.
Jemaat juga mengeluhkan banyak makanan, dan ikan mentah yang rusak akibat listrik mati. ”Jadi sorry Pak kalau kami harus gugat class action terhadap PLN. Terima Kasih”.(del)

Satu dari sekian banyaknya masyarakat di Manado n sekitarnya yang kecewa dengan PLN. Kenapa bertahun-tahun belum bisa ada penyelesaian masalah PLN yang sering mengecewakan pelanggan ? Mana keberpihakan pemerintah ke masyarakat ?