26 August 2011 – 10:51 Posted by.psit07 (12)
MANADO-Provinsi Sulawesi Utara dipilih menjadi satu-satunya daerah percontohan pemberantasan narkoba di tanah air. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Djouhari Kansil, M.Pd. selaku Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulut, usai menerima kunjungan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen. (Pol). Goris Mere di ruang kerjanya, belum lama ini.
Pertemuan yang turut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Asiano Gammy Kawatu,S.E.,M.Si. Kalakhar BNP Sulut Johny Latumeten berlangsung dalam suasana kekeluarggaan.
Menurut Wagub Sulut, kunjungan Goris Mere di daerah ini untuk mengimplementasikan Inpres No. 12 Tahun 2011 Tanggal 27 Juni 2011 Tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Tahun 2011 – 2015, yang ditujukan kepada para Menenteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Sekretaris Kabinet,Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala BKPM termasuk para Gubernur dan Bupati/walikota. Bunyi dalam Inpres tersebut, menyatakan agar Gubernur dan Bupati/Walikota dalam waktu tiga bulan, menyusun dan melaksanakan rencana aksi tahun 2011-2015 baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota serta melaporkan secara berkala kepada presiden melalui kepala BNN, paparnya.
“Alasan dipilihnya daerah sulut menjadi lokasi percontohan pemberantasan narkoba, dinilai jajaran pemprov maupun Polda Sulut sangat intens dalam memerangi penyakit sosial ini, termasuk peran dari para pimpinan umat beragama di daerah ini serius menyosialisasikan kepada pemuda dan remaja untuk menjauhi narkoba, ” kata wagub.
Karena itu Pemprov Sulut dalam waktu dekat ini akan segera membuat action plan untuk mengatasi peredaran narkoba, sebab pencanangannya akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2011 bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke- 47 Provinsi Sulut.
Ia juga menambahkan, kegiatan tersebut, sekaligus menjadi kado ulang tahun bagi daerah dan masyarakat Sulut. (is)
