
Manado, BeritaManado.com — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) Praseno Hadi mengatakan sumber energi terbarukan dari Sulut telah melampaui target dari yang ditetapkan nasional 23%.
“Sulut sudah 37%,” terang Praseno Hadi saat menyampaikan sambutan pada Rapat Kerja Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) di salah satu hotel di Manado, Kamis (9/6/2022).
Meski begitu, Praseno menyebut Sulut belum mendapatkan dana bagi hasil pemanfaatan energi terbarukan itu.
Ia pun berharap hal ini bisa menjadi perhatian kementerian dan semua pihak yang berwenang.
“Semoga lewat Raker ADPMET dapat diteruskan ke pusat untuk segera diatur sehingga memiliki payung hukumnya,” terang Praseno.
Selain itu, lanjut dia, energi listrik di bumi nyiur melambai kini surplus hingga 200 Megawatt (Mw).
Dan kini sedang melakukan pengembangan Danau Tondano dalam membangun tenaga listrik terapung.
“Sehingga kami sangat siap melayani berbagai investor yang ingin berinvestasi,” ujar Praseno.
Ia menambahkan, hampir semua wilayah di Sulut memiliki sumber energi terbarukan.
Antara lain tenaga air, panas bumi, tenaga surya, arus bawah laut, gelombang, pasang surut, dan biomassa.
Saat ini, yang sudah dikembangkan adalah PLTP Lahendong (I-IV) sebesar 80 MW, berikut potensi air 59,80 MW di PLTA Tonsea, Tanggari I dan II.
(Alfrits Semen)
