Berita Utama

Spanduk Geser Jalan Tol Dari Aerujang Dibentangkan di Puncak Klabat

Spanduk Geser Jalan Tol Dari Aerujang Dibentangkan di Puncak Klabat
Spanduk penolakan pembangunan tol di mata air Aerujang

Bitung, Beritamanado.com – Aksi penolakan pembangunan jalan tol Manado-Bitung di mata air Aerujang Kelurahan Girian Permai Kecamatan Girian masih terus disuarakan Aliansi Peduli Aerujang.

Buktinya, Kamis (16/07/2020), tiga pemuda yang tergabung dalam Aliansi Peduli Aerujang, Henro Rompas, Miky dan Marco membentangkan spanduk penolakan pembangunan jalan tol di mata air Aerujang.

Menurut Henro, spanduk dengan tulisan “GESER JALAN TOL DARI AER UJANG Jangan Biarkan Mata Air Diganti Air Mata” adalah bentuk protes dan perlawanan terhadap upaya merusak mata air Aerujang dengan alasan pembangunan.

“Sebenarnya jalan tol dibuat untuk siapa? Tak ada gunanya pembangunan jika masih saja merusak mata air,” kata Henro, Sabtu (18/07/2020).

Henro menegaskan, dari awal pihaknya tidak pernah menolak pembangunan di Kota Bitung, namun jika pembangunan hanya bertujuan untuk merusak mata air dan situs-situs budaya mereka tidak akan tinggal diam.

Spanduk Geser Jalan Tol Dari Aerujang Dibentangkan di Puncak Klabat

“Aksi ini murni bentuk perlawan terhadap pemerintah yang seenaknya merusak mata air di Kota Bitung. Dan ingat, bukan hanya mata air Aerujang terancam, tapi situs dan mata air Batu Papang di Kelurahan Tendeki kini sudah dilalui jalan tol,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, Organisasi Masyarakat Adat Makatana Minahasa, Barisan Pemuda Adat Nusantara Wilayah Sulut dan Pakasa juga mengusulkan untuk menyuarakan perlawanan ini.

Malah selain spanduk penolakan pembanguna jalan tol di mata air Aerujang, Henro juga membentangkan spanduk bertuliskan “Sahkan RUU masyarakat Adat”.

“RUU ini sudah pantas disahkan, dibanding RUU cipta lapangan kerja/omnibus law yang nyata-nyata menyengsarakan masyarakat adat dan masyarakat secara umum,” katanya.

(abinenobm)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara