Langowan – Apapun kondisi sebuah pasar tradisional, tetap saja tempat tersebut merupakan pusat pertemuan warga dan pedagang. Demikian juga dengan pasar tradisional Langowan yang beroperasi seminggu tiga kali di hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Akan tetapi menatap masa depan, sistem operasional Pasar Langowan perlu dilakukan pembenahan lebih baik lagi.
Hal itu sudah merupakan kebutuhan manakala Langowan akan berdiri sendiri sebagai daerah yang mandiri. Mengenai hal ini, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Minahasa Vicky Tanor mengatakan bahwa upaya pembenahan sistem akan dimulai dengan penataan lokasi pasar itu sendiri. Tujuannya adalah untuk memberi kesan tertib, aman dan nyaman.
“Ini tidak mudah dilakukan namun harus dicoba. Melakukan pembenahan bukan hanya di lokasi pasarnya saja, namun juga menyangkut hal lain seperti tempat pembuangan akhir. Selain itu ada teknologi pengolahan sampah, penyediaan fasilitas jaminan kesehatan produk yang dijual pedagang juga perlu terintegrasi dalam suatu sistem operasional pasar,” ungkap Tanor.
Menurut mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Minahasa ini, hal yang paling mendesak untuk pasar Langowan saat ini yaitu pengadaan lokasi TPA. Tanor berjanji hal tersebut akan secepatnya diusahakan terealisasi sebelum Kota Langowan menjadi daerah otonom. Mengenai dukungan finansial, hal tersebut sudah ditata di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2014. (Frangki Wullur)
