Bisnis dan Ekonomi

Sering Hujan, Proses Penjemuran Cengkih Terganggu

Manado – Kenaikan harga cengkih kisaran enam hingga tujuh persen di awal pekan ini, memberi optimisme bagi petani di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bahwa harga komoditas unggulan tersebut bakal naik seperti tahun lalu. “Tahun 2011 lalu harga cengkih sempat menyentuh Rp200 ribu per kilogram (Kg), nah pergerakan harga dari Rp80 ribu menjadi Rp85 ribu per Kg saat petani sedang panen tahun ini, menjadi pertanda positif harga akan optimis ke depan,” kata Ketua Forum Solidaritas Petani Cengkih (FSPC) Sulut, Franklin Singal, Senin (16/7).

Franklin menjelaskan, pengalaman tahun sebelumnya, harga cengkih bergerak turun saat panen petani berlangsung, tetapi tahun ini justru kondisi sebaliknya harga naik. Kenaikan harga cengkih saat panen sementara berlangsung, disambut positif petani di Kabupaten Minahasa dan daerah lainnya di Sulut.

Yus Lengkong, salah satu petani di Kabupaten Minahasa, mengatakan, naiknya harga cengkih membantu tingkat kesejahteraan. “Tingkat kesejahteraan petani bakal meningkat, terutama bila harga cengkih naik hingga Rp200 ribu per Kg,” kata Yus. Harus diakui, cengkih masih menjadi komoditas andalan yang bisa mendorong pendapatan petani mengalami peningkatan tahun ini.

Pedagang pembeli cengkih di Manado, mengatakan, kondisi cuaca Manado sering turun hujan, mengakibatkan proses penjemuran cengkih terganggu. “Proses penjemuran cengkih menjadi lebih lama, bila sebelumnya hanya sekitar empat hari, maka saat ini bisa mencapai seminggu, karena itu volume produksi cengkih petani turun, imbasnya yang dijual ke pedagang menjadi berkurang, maka harga cenderung naik karena permintaan lebih tinggi dari penawaran,” kata Johny, salah satu pedagang cengkih di Manado.(niel)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara