
Pasalnya, Sin Akay warga Desa Silian Tiga, Minahasa Tenggara yang dalam kondisi sakit parah malah tidak dilayani saat mendatangi rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan.
Kepada wartawan, Minggu (19/5) salah seorang keluarga menceritakan, setiba di di RSUP Noongan, para petugas yang sedang piket awalnya beritikad baik kepada pasien. “Memang dorang sempat tensi, cuman pas dorang sto tau ini pasien susah karna pake jamkesmas, dorang bilang so penuh untuk ruangan, jadi bawa jo di rumah sakit Budi Setia Langowan,” ungkap sumber yang meminta namanya tidak ditulis.
Berharap ada keajaiban di RSUP itu, pasien dan keluarga sejenak duduk diruang tunggu, “torang ba tunggu sapa tau dorang mo tolong. Kasinga jo itu dokter malah datang bilang boleh torang mo rawat tapi mo bayar 500 ribu untuk satu malam ini,” ungkapnya mengutip apa yang disampaikan sang dokter.
Karna tak punya uang, Sin yang hanya mendapat tumpangan kendaran gratis oleh warga Silian Dua kemudian mencoba mencari pertolongan di rumah sakit swasta Budi Setia Langowan. “Rumah sakit swasta dorang layani pasien Jamkesmas, lucu malah di rumah sakit pemerintah kita ditolak. Kasiang jo ini republik ini,” sesalnya.(dul)

Sebaiknya konfirmasi dulu sebaik2nya..jangan di umbar2 dgn hal yang tidak jelas..
RSU.Noongan skrg pasiennya sering penuh..
Klau di trima,nanti pasienya di rawat di kamar mana?bukanya tidak menolak..di RSU.Noongan sekitar 75%adalah pasien Jamkesmas..
Untuk 500 1 malam..itu mungkin ada kesalapahaman..
Tolong
Di konfirmasikan kembali dgn pihak RS dan pasien…
Benar atau tidak, tapi dari kenyataan yg ada yang bersangkutan pemegang Jamkesmas yg sebenarnya harus dilayani oleh RS Pemerintah tapi ini kok terbalik. Pemerintah terkait harus cepat tanggap. Bupati jangan hanya sibuk urus Pilkada harus diseriusi ini. Wahai para anggota dewan tlg hal ini ditindaklanjuti…kalian harus bersuara donnggg…
Cuma ada di Indonesia.Fakir miskin dan anak terlantar dibiarkan oleh negara dan dimanfaatkan cuma ketika ada perlu untuk pencitraan, untuk dapat dana bantuan, untuk pencalonan anggota dewan, calon bupati,calon walikita dan calo-calo lainnya.abis itu dorang bilang brenti ley,sapa suru ngoni susah deng malas, susah ba korupsi dan susah pencitraan, malas cari muka deng pancuri tulang.
kalau memang berita ini butul, RSUD berserta perangkatnya bisa di tuntut di pegadilan.
Mungkin langkah pertama silahkan adukan ke Polisi atau ke Ombudsman.
Salam,
Sam