
Pasalnya, Sin Akay warga Desa Silian Tiga, Minahasa Tenggara yang dalam kondisi sakit parah malah tidak dilayani saat mendatangi rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan.
Kepada wartawan, Minggu (19/5) salah seorang keluarga menceritakan, setiba di di RSUP Noongan, para petugas yang sedang piket awalnya beritikad baik kepada pasien. “Memang dorang sempat tensi, cuman pas dorang sto tau ini pasien susah karna pake jamkesmas, dorang bilang so penuh untuk ruangan, jadi bawa jo di rumah sakit Budi Setia Langowan,” ungkap sumber yang meminta namanya tidak ditulis.
Berharap ada keajaiban di RSUP itu, pasien dan keluarga sejenak duduk diruang tunggu, “torang ba tunggu sapa tau dorang mo tolong. Kasinga jo itu dokter malah datang bilang boleh torang mo rawat tapi mo bayar 500 ribu untuk satu malam ini,” ungkapnya mengutip apa yang disampaikan sang dokter.
Karna tak punya uang, Sin yang hanya mendapat tumpangan kendaran gratis oleh warga Silian Dua kemudian mencoba mencari pertolongan di rumah sakit swasta Budi Setia Langowan. “Rumah sakit swasta dorang layani pasien Jamkesmas, lucu malah di rumah sakit pemerintah kita ditolak. Kasiang jo ini republik ini,” sesalnya.(dul)
