Manado – Belum seminggu duduk bersama dengan DPRD Kota Manado, PLN kembali berbuat ulah lagi. Pasalnya, dengan pemadaman yang terjadi pada Sabtu (27/9/2014) kemarin hingga hari ini Minggu (28/9/2014) membuat kesal para legislator Manado ini.
Robert Tambuwun, anggota DPRD Manado ini, mengecam aksi pemadaman listrik yang dilakukan PLN hingga memakan waktu kurang lebih 12 jam dan berualang-ulang.
“Meskipun ada kompensasi dari pemadaman listrik, PLN jangan seenaknya saja memadamkan listrik dari pagi hari sampai sore hari. Baru pertemuan dengar pendapat dangan lembaga DPRD Manado hari Jumat (26/9/2014) lalu, hari Sabtu dan Minggu sudah pemadaman listrik dari pagi hari,” kesal Tambuwun.
Ia pun mengaku bingung dengan PLN yang berkali-kali melontarkan alasan klasik yang harus diterima dengan lapang dada. Padahal kata Tambuwun, solusi dan himbauan sudah disampaikan langsung didepan pimpinan PLN Cabang Kota Manado.
“Kenapa harus terjadi pemadaman sejak pagi hari. Sedangkan beban puncak itu pada malam hari jam 19.00 – 22.00. Itu berdasarkan penjelasan Manager PLN Cabang Manado. Alasan apa lagi yang kini akan disampaikan. Padahal sebagai anggota dewan, saya bersama rekan-rekan yang lain telah menyampaikan keluhan dan harapan masyarakat soal pelayanan. Tapi rasanya PLN mengabaikan itu,” pungkas Tambuwun. (leriandokambey)

Setiap hari minta maaf tapi besoknya berbuat lagi, bermohon maaf tapi tidak tulus. Hanya ada 1 penjelasan yg masuk akal kenapa PLN memadamkan listrik di luar beban puncak: Penghematan biaya. Anehnya karyawan2 PLN yang tinggal di perum PLN dan kantor PLN di area kampus & sario, listrik jarang sekali padam. Seakan-akan rakyatlah yang harus menderita, menanggung beban PLN. Sungguh negara yang aneh.
Pln vs anggota dewan,,,udang vs katang,,,”PLN ;alasan klasik,,”,dewan ; solusi dan himbauan cuma dimulut,,,pelaksanaan 0