
Manado – Pemadaman listrik yang berlangsung hingga 30 jam melanda sebagian Kecamatan Mapanget.
Aliran listrik mulai dinyalakan bertahap pada siang dan sore hari (4/10/2015). Kondisi jelas membuat berang masyarakat. Bagaimana tidak, warga harus nerasakan 30 jam nonstop tanpa listrik. Kalau bicara soal kerugian, saking banyaknya sulit untuk diuraikan lagi.
“Karena listrik yang selalu padam, berapa transaksi dagang yang gagal? Berapa keuntungan yang hilang dari para pedagang? Belum lagi bagaimana dengan pelayanan publik terhadap masyarakat bila di kantor-kantor pemerintah terjadi pemadaman dan PNs tidak mau kerja dengan alasan listrik padam? Kita ini tanpa disadari sedang di sabotase,” ujar Stevan Voges kepada BeritaManado.com, Rabu (4/11/2015).
Pemadaman listrik yang kian tahun kian parah membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap PLN. Akademisi Unsrat ini pun mengatakan bahwa berdasarkan kondisi ini, PLN harus diaudit oleh lembaga independen secara berlapis.
“PLN ini kayaknya harus diaudit oleh tim independen secara berlapis. Mengingat kuat juga dugaan bahwa pemadaman ini untuk melemahkan perekonomian Sulut. Tapi yang buat saya heran, kok pertumbuhan ekonomi Manado dan Sulut dalam LapJab pemimpinnya malah terjadi peningkatan?” tambahnya. (srisurya)


Siapapun yang menjadi walikota manado yang berikut, kalau tidak bisa berhadapan dengan kelakuan PLN, hampir semua program2/janji2nya pasti tidak bisa jalan. Pertumbuhan ekonomi suatu kota/daerah sangat bergantung pada listrik dan perusahaan ini (PLN) adalah yang terburuk.
Bulan lalu saya menelepon 123 (call center PLN) sebanyak 5 kali dan mengeluh listrik yang sudah 26 jam belum menyala di manado utara. Sayangnya saya hanya dijawab “masih diperbaiki” tapi tidak ada estimasi waktu. Mau minta nomor telepon PLN manado hanya dibilang “kami tidak punya wewenang.” Konklusi saya: call center PLN itu tidak ada gunanya. Semua yang bekerja di call center tersebut hanya makan gaji (yang dibayar oleh rakyat). Mereka tidak tahu apa2, info tidak diupdate. Mending beli robot yang bisa bilang minta maaf, jauh lebih murah.
Sekarang sudah bulan november, hujan sudah turun hampir setiap hari di kota Manado. Tapi tetap masih ada aja alasan oleh PLN untuk memadamkan listrik. Tidak hujan = pemadaman listrik. Hujan lebat = pemadaman listrik. Tetap rakyatlah yang merugi setiap hari. Sekarang ini saja pukul 12 siang listrik belum menyala sejak pukul 9 pagi.
Enak ya PLN jadi perusahaan monopoli. Mau ngapain aja, rakyat harus mengiyakan. Terlambat membayar langsung meter diberhentikan. Meminta maaf setiap hari tapi besoknya melakukan lagi. Itu yang namanya maaf palsu. Sungguh perusahaan yang aneh, egois, korup, penuh penipuan, dan sangat tidak reliable. Itulah PLN di tahun 2015. Untuk kehidupan yang jauh lebih buruk!