Agama dan Pendidikan

Refleksi Jumat Agung, Ini Pesan Sinode GMIM

Refleksi Jumat Agung, Ini Pesan Sinode GMIM

Manado, BeritaManado.com — Besok umat Kristen akan memperingati Wafat Yesus Kristus atau yang lebih dikenal dengan Jumat Agung.

Selain ibadah, Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Sinode GMIM telah mengintruksikan rangkaian perjamuan kudus digelar di rumah dengan arahan BPMJ di gereja masing-masing.

Menjelang refleksi Jumat Agung, sejumlah pesan disampaikan sinode bagi semua jemaat di berbagai wilayah pelayanan.

Warga GMIM diajak untuk tetap tekun di setiap peribadahan dan melaksanakannya dengan penuh sukacita.

“Memang perjamuan dan Paskah tahun ini menjadi berbeda. Namun keputusan ini sudah benar-benar digumuli oleh sinode. Apalagi tujuannya untuk memutus penyebaran Covid-19 demi kebaikan semua orang,” kata Sekretaris BPMS Sinode GMIM, Pdt Evert AA Tangel, STh, MPdK, kepada BeritaManado.com, Kamis (19/4/2020).

Perjamuan kudus di rumah masing-masing, kata Tangel, tidak akan mengurangi makna dari Jumat Agung itu sendiri. Sebab katanya, secara Alkitabiah hal yang sama pernah dilakukan.

“Dalam Kisah Para Rasul 2:46, Gereja mula-mula ada kondisi tertentu melakukan itu dengan sukacita mendalam,” terang Pdt Evert Tangel

Pdt Evert Tangel berharap kondisi dunia dan bangsa terkini, menjadi pergumulan semua umat Tuhan.

Kata dia, sebagaimana Yesus mati di kayu salib untuk keselamatan semua orang, hal tersebut harus diteladani warga GMIM dalam mematuhi semua anjuran pemerintah.

“Kita tetap di rumah dan hidup bersih adalah salah satu usaha menyelamatkan banyak orang,” pesannya.

Yang paling penting pesan Pdt Evert, jemaat Tuhan harus membawa persoalan ini dalam doa khusus.

“Kita imani dengan jamahan Tuhan, dunia akan dipulihkan,” tandasnya.

(rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara