
MANADO – N. Raymond Frans selaku Akademisi Pemerhati Pariwisata menyampaikan bahwa Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken merupakan salah satu potensi sumber daya pariwisata yang menjadi modal dasar bagi pelaksanaan pembangunan dan pengembangan pariwisata daerah Sulawesi Utara (Sulut) maupun Kota Manado.
Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di Taman Nasional Laut Bunaken, pada intinya adalah wisata bahari (marine tourism).
Secara teoritis, wisata bahari mencakup kegiatan dan peluang bisnis yang terdiri dari Sailing, Cruising, Yachting, Diving, Snorkeling, Wind Surfing, Surfing, Jet Ski Sport, Power Boating, Canoeing, Sea Kayaking, Boat Racing, Whale watching, dan Sport Fishing. Hal tersebut tentunya menuntut konsekuensi adanya penyiapan sarana dan prasarana serta pelaku pengelola dan pelaksana; aksesibilitas ke produk dan destinasiwisata bahari, dan pedagang perantara alias travel dan tour operator.
Raymond menyatakan bahwa, kegiatan wisata bahari di Sulawesi Utara hingga saat ini, nampaknyabelum dikelola secara profesional. Wisata bahari dengan kegiatan seperti tersebut di atas tentunya memerlukan pelayanan publik, seperti SDM penjaga pantai yang handal, SAR yang siap sedia, peralatan keselamatan/kendaraan di darat sampai helikopter, peraturan-peraturan/urusan CIQ, keselamatan, keamanan yang berstandar internasional, dan sejumlah teknikaliti lainnya.
Di satu sisi semua faktor-faktor tersebut di atas merupakan persyaratan–requirement yang perlu dipenuhi. Di sisi lainnya, mata rantai faktor-faktor itu menciptakan peluang bisnis seperti aksesibilitas atau transportasi khusus untuk kegiatan marine, peralatan untuk dipergunakan oleh wisatawan mancanegara (wisman), tenaga pramuwisata dan marine acitivty guide yang terlatih, mulai dari yang ringan seperti memancing, berlayar, berselancar sampai yang berat, yakni menyelam.Selanjutnya tenagadan peralatan pendukung keselamatan dan keamanan kegiatan di laut.
Menurut Raymond, yang menjadi daya tarik wisata baharisecara umum pada dasarnya adalah keindahan, keunikan sumber daya alam yang tampak, banyaknya jenis sumber daya alam yang menonjol, keutuhan sumber daya alam, kepekaan sumber daya alam, kebersihan udara dan lokasi serta ruang gerak pengunjung dibanding dengan daya tampung.
Sedangkan daya tarik taman laut, yakni keselamatan dalam lokasi seperti tidak ada gangguan ikan(binatang) buas, tidak ada arus berbahaya, jarang angin besar, jarang lalu lintas laut, dan bebas kepercayaan yang mengganggu; variasi fauna, berupa variasi fauna besar yang tidak berbahaya; kejernihan air, yakni tampak sampai kedalaman minimal 15 meter, tidak ada plankton yang mengganggu, tidak ada pengaruh pemukiman, tidak ada pengaruh pelabuhan, tidak ada pengaruh pasar/gudangikan/pabrik, dan tidak ada pencemaran lain serta situasi pandangan dan kenyamanan permukaanberupa pantai rindang, pantai pasir putih, kebersihan pantai, dan pemandangan pulau-pulau.
Dikatakan Raymond, saat ini Sulawesi Utara sudah mempunyai Asosiasi Pengusaha Wisata Bahari yang disebut dengan Gahawisri (Gabungan Pengusaha Wisata Bahari). Karena itu para existing player sangat diperlukan untuk menularkan semacam pendidikan dan pelatihan agar tersedia tenaga terampil dalam menangani kegiatan wisata bahari di Sulawesi Utara. Tentunya dengan campur tangan pemerintahdaerah yang berperan sebagai fasilitator dan supporter sesuai kemampuan lembaga dan dana. (*)

Menurut World Tourism Statistics setiap tahun begerak sekitar satu
milyar international tourists. Dimana tourism industry menghasilkan
sekitar satu triliun US dollar. Malayasia termasuk dalam sepuluh most
visited countries. Bukankah angka2 diatas sangat menggiurkan kalau
Sulut bisa mengambil bagian ??? Keindahan, popularitas Sulut didunia
sudah cukup dikenal dengan Bunaken dsb. saat ini.
Tourist yang ingin melihat keindahan/kebudayaan/lingkungan yang lain
dari negeri mereka masing2 yang malah kebanyakan orang2 pensiunan
yang ingin menikmati hidup setelah mereka bekerja keras selama hidup
dan rentan akan penyakit. Pertanyaaan mereka kepada travel operator
adalah ( apakah tempat yang akan mereka kunjungi BERSIH/SEHAT ??)
Saya sering melihat diberbagai negara kapal2 pesiar sekelas Celebrity
singgah di daerah/pulau wisata seharian menurunkan ribuan tourist yang
jalan2/makan/membeli ole2. Airport2 yang sibuk melayani ribuan tourist.
Sulut mempunyai potensi ini seperti yg dijelaskan Sdr. Raymond tentunya.
Gbu.
bekeng akaaaaang… supaya boleh mo lebe banya ni sarana wisata for turis-turis.. terutama for turis kampung (red. Orang Manado jo kan.)
Kalau menurut bang raymond wisata bahari yang sudah terkenal di Sulut aja belum dikelola dengan profesional, bagaimana dengan wisata lainnya yang belum terkenal atau belum bisa mengangkat nama daerah tersebut ?, Apa mungkin pemerintah yang SDM nya kurang atau ada masalah lainnya. Padahal bisa jadi wisata bahari di sulut pengelolaannya jadi percontohan untuk daerah yang lain.
Jayalah pariwisata sulawesi utara jika ada banyak akademisi (pariwisata) yang berpikiran konseptual seperti saudara Raymond. Mari torang dukung orang-orang yang berpikiran brilian seperti Raymond. Kesampingkan pemikiran yang hanya mencari popularitas dengan krtitikan atau statemen yang tidak bermanfaat dalam bidang pariwisata (pembangunan dan pengembangan).
Mantap ang kalau bagini. Ide cemerlang yaa… Tempo apa reen mo terwujud ??? Mamaaaaaa… torang mo tunggu ang….
Ide2 yg seperti ini yang harus di dukung, biar pariwisata Sulut bisa lebih maju..
selain itu perlu juga dilakukan studi tentang rencana induk pengembangan pariwisata daerah, biar semua objek maupun potensi wisatanya bisa di kembangkan..
coba pikirkan dang: situasi, kondisi dan fasilitas2 itu wisata bahari 10 taong lalu so ada perkembangan skarang ini????? ato, 5 taong lalu deng skarang bagimana?????
Tandanya sukses soal wisata bahari, kalo ada perubahan2 signifikan di segala seginya.
Beginilah seharusnya penanganan Bunaken. Bukan hanya berkoar-koar kosong seperti yang dilakukan baik oleh pejabat pemerintah daerah Sulut dan Kota Manado maupun oleh para Anggota DPRD Sulut. Salut untuk Bung Raimond.