Agama dan Pendidikan

Puncak Dies, Rektor Berharap Seluruh Civitas Sama-Sama Bergandengan Tangan Mebangun Unsrat

MANADO – Universitas Sam Ratulangi saat ini mengelar Sidang Senat Universitas di Auditorium Unsrat dalam rangka Dies Natalis ke-50. Pantauan Beritamanado, nampak seluruh civitas Unsrat turut mengambil bagian dalam acara puncak tersebut.

Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. DR. Donald Rumokoy SH. MH pagi tadi ketika ditemui beritamanado di ruangannya sebelum menuju auditorium mengatakan, bahwa semua impian untuk menjadikan Unsrat yang Exelent harus mampu menjadi pegangan seluruh civitas Unsrat.

“Exelent University yang kami gagas tidak akan dapat terealisasi apabila faktor pendukung dalam hal ini seluruh civitas Unsrat tidak bergandengan tangan  mengawal program tersebut,” paparnya.

Rektor yang selalu murah senyum ini menambahkan, dengan dies Unsrat pada tahun ke 50 ini, “hendaklah tidak menimbulkan kepuasaan. Tapi bagaimana kita tetap introspeksi diri guna pengembangan Unsrat kedepan,” tandasnya. (gn)

2 tanggapan untuk “Puncak Dies, Rektor Berharap Seluruh Civitas Sama-Sama Bergandengan Tangan Mebangun Unsrat”

  1. Dirgahayu Unsrat berusia 50 Tahun, A Golden Anniversary. HUT Emas. Rektor dan panitia bikin terobosan pada acara Dies Emas ini ialah dirayakan secara sederhana. Tanpa Kehadiran Ketua Dewan Penyantun, Gubernur, Tanpa kehadiran jumlah Dosen dan mahasiswa yang memadai, Tanpa kehadiran “Tokoh Intelektual Berkaliber untuk Membawakan Pidato Ilmiah yang harus filosofis dan Visioner”, ‘tanpa adanya pegelaran Seminar Academic” menampilkan kebolehan intelectual Unsrat dalam menghasilakjntemuan ilmiah, gagasan gagasan segar yang kritis dan dapat merobah “destiny” of the people, dan tanpa “Pesta” yang biasanya mewarnai “HUT Emas” sebagai Pengucapan Syukur atas Pimpinan Tuhan Dalam perjalanan Unsrat selama 50 Tahun.

    Pandangan kritis diatas ini, maaf, bukan mengkritisi. Justru, salut atas “Pola Kesederhanaan” yang dianut, tidak konsumptif, hemat sehingga saldo keuangan Unsrat sekarang ini harus diacungkan jempol. hanya saja,

    Keberhasilan dari pola “kesederhanaan” ini sudah membuahkan hasil. Beberapa Program Studi di FE sudah akreditasi A, Unsrat sudah berhasil membangun beberapa buah gedung dari PNBP dsb.

    Jadi….benarlah Filosofi “Relativisme” dari Einstein. Sejumlah orang menilai baik, sejumlah lainnya lain peneilaiannya tergantung “paradigma”. Jadi pandangan kritis saya diatas, bukan menilai,(tapi kalau harus menilai, saya jujur, Rektor skarang jauh lebih banyak suksesnya dibanding saya dulu), tapi memberikan saran saja, supaya nanti pada HUT ke 51 Unsratbtahun depan, kami usulakan kita semua membantu Rektor menggelar Internasional Event seperti yang sukses dilakukan Pak Gubernur SHS: WOC, CTI, Management Disaster, dan Sulut sudah menjadi terkenal sebagi The City of MICE (Meeting, Invention, Conference dan Exhibition)….Peluang ini belum ditangkap Unsrat….supaya sejumlah kegiatan MICE berskala internasional itu, dibikin di Unsrat lah…..

    Perguruan Tinggi bukan “Perseroan Terbatas” yang ukuran kinerja terutama “saldo” dan/atau “financial profit”.

    Saluut atas pola “kesederhanaan” dan marilah Ora Et Labora untuk Unsrat yang Excellent.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara