Politik dan Pemerintahan

Pratasis: Vicky Tak Layak Gubernur 2015

“PAMI Desak KPK Usut Kasus APBD 2006″

MANADO – Noldy Pratasis, Ketua Umum PAMI (Pelopor Angkatan Muda Indonesia ) mengatakan, bahwa dalam waktu dekat mereka akan melaporkan Vicky sekaligus melakukan demo besar- besaran ke KPK, agar KPK segera mengangkat kembali dugaan keterlibatan Ketua Partai Demokrat Sulut tersebut pada penyimpangan APBD dimasa kepempinan Jimmy Rimba Rogi.

“Kami akan membawa bukti baru keterlibatan Vicky pada kerugian negara sekitar Rp68 milyar,” ujar Noldy Pratasis seraya menambahkan bahwa pada pasal 55 undang – undang Tipikor sudah jelas bahwa Vicky selaku Sekretaris Kota waktu itu menyalahgunakan kewenangannya untuk membuka rekening dan bersama Wenny Rolos secara bebas dapat mengeluarkan uang kapan saja, tanpa sepengetahuan Imba yang saat itu menjadi Walikota.

“Ada juga beberapa bukti baru yang akan kami bawa ke KPK untuk menguatkan laporan kami selama ini,” kata aktifis yang pernah mendemo SHS besar besaran di Bundaran HI beberapa waktu lalu.

Noldy mengatakan bahwa PAMI bukan organisasi politik, sehingga aksi nya bersama kawan kawan ke KPK nanti murni dan tidak ditunggangi oleh siapapun. “Siapa pun pejabat yang melakukan penyimpangan, akan kami sikat, sebagai bentuk fungsi kontrol kami terhadap uang rakyat,” kata Noldy kepada wartawan, Selasa (9/8) kemarin.

“Kami akan membawa data akurat, silahkan pihak berwajib yang kembali menyidik nya, dan jika itu terbukti, PAMI bersama ini mengatakan bahwa Vicky tak layak menjadi Gubernur Sulut 2015 seperti keinginannya selama ini,” kata Noldy seraya menunjukan kepada wartawan, bukti-bukti yang telad di jilid seperti sebuah buku yang akan dibawa ke KPK dalam waktu dekat. (is)

22 tanggapan untuk “Pratasis: Vicky Tak Layak Gubernur 2015”

  1. yang layak untuk menilai adalah rakyat sulut. biar mo bakoar disini, kalo rakyat sulut yang pilih mo bilang apa??

  2. @bung frangky mocodompis: kita setuju komentar anda. Intelektualanda sangat jelas menjelaskan hal ini!!!! Lanjutkan.!!!!

  3. @bung frangky mocodompis: komentar anda menggambarkan orang yang tidak beretika dalam berpolitik, dan lebih bersifat kekanak-kanakan. Apa salah jika ada organisasi yang berusaha membongkar aib korupsi???? Sadar bung, jangan menjadi karakter politik penjilat. PAMI melapor Vicky Lumentut BUKAN anda, koq anda yang kebakaran jenggot???

  4. kalau saya, apalagi sebagai akademisi, harus selalu menghormati azaz “presumption of innocence” azas praduga tak bersalah….Dan tidak mau mendahului keputusan kelembagaan hukum tapi perlu berpartisipasi secara intelektual dan proses hukum. berpartisipasi secara santun, melepaskan diri dari emosi kepentingan dan menghindar dari unsur partisan. Bdersikap kritis untuk mendemo dan menggelar demo besar bedsaran tentu sah sah saja selama motivasi itu bukan karena partisan untuk kepentingan seorang atau sekelompok penguasa tetapi karena ‘panggilan nurani’ kejakinan akan kebenaran…..

  5. siapa saja layak jadi Pak Garuda.
    Pak Klabat so terangkan itu.
    Tambah sadiki: calon itu tinggal dan berdomisili di wilayah SULUT, putera SULUT asli, paling kurang berpendidikan S-2, umur 45-60 tahun, musti ada tes2 kejiwaan/psikologis/kesehatan/pengetahuan umum tentang SULUT, pribadi independen boleh mendaftar, berbahasa Inggris fasih, bisa mengoperasikan komputer, dan masih banyak lei.

  6. Saya siap jadi GUB 2015. Ada yg mau pilih saya?
    Bila jadi GUB maka:
    – Saya akan mengumumkan harta kekayaan saya segera setelah dipilih/termasuk rekening2 saya, juga setiap saat rekening saya dan harta saya bisa di cek sama KPK.
    – Akan men-tenderkan secara terbuka semua proyek yg ada termasuk yg bernilai hanya di sktr 100 jt-an di harian2 daerah.
    – Dalam pengangkatan pejabat harus memperhatikan saran dan masukan dari masyarakat.
    – Tidak akan menerima hadiah dari pengusaha/pejabat yg berhubungan dengan proyek/jabatan di daerah termasuk hadiah yg kecil sekalipun.
    – Akan menjauhkan para kerabat/saudara/rekan/teman dari pengaruh2 dalam mengambil keuntungan dari jabatan sebagai Gubernur walaupun itu adalah istri saya.
    – Akan mengusahakan untuk menambah investasi luar negeri di sulut sehingga sulut tidak hanya tergantung pada lapangan kerja sebagai pegawai negeri saja.
    – Berusaha untuk memajukan daerah sehingga paling tidak mendekati kondisi sama seperti daerah2 di jawa.
    – Mengusahakan pengadaan fasilityas umum yg memadai sehingga pengusaha luar negeri dapat segera masuk ke Sulut.
    – Bersedia mundur setiap saat bila program gagal.

    Tapi adakah yg mau memilih saya?
    Tapi paling tidak syarat yg cocok untuk menjadi GUB sudah saya paparkan. Kalaupun bukan saya, tapi kalau ada yg memenuhi kriteria diatas maka dia patut dipilih

  7. Nah ini torang pe budaya baku cungkel so musti kase ilang apalagi ditunggangi ckckckckckck…..nimbole lia orang diatas cungkel…nda month maju maju torang….biar woc,sail bunaken, arf direx so beking disini kong nama daerh mendunia samua itu nda ada depe guna kalo masih ja baku cungkel…

  8. Yang mau balapor tau bakal susah tembus karna kalu cuma sekot prioritas paling ujung blakang di KPK. Jadi lebeh bae lapor di koran-koran.
    Kong itu terduga deng pendukungnya nda perlu kebakaran kumis…..
    Kalu memeng nda butul , lapor PNB no pa dorang. repot amat!

    Beliau layak jadi calon gub, mar kalu tukang polemik ya nda usah dipilih no..
    biar rakyat yang tentukan.

  9. Hahahahahahahahahah…….
    So kadaluarsa baru mo urus…..
    Cari jo kwa kasus baru, beking apa leh mo urus so ada yang bertanggung jawab akang……

  10. Saya dukung 1000%. Laporkan ke KPK, demo di Pemkot Manado, demo di DPRD Manado, Kalau perlu PAMI sebanyak-banyaknya merekrut pendemo dan boyong semua ke Jakarta atau ke Manado pp…demo juga di Kejagung, Polri, dan Kemendagri…nanti kalau demonya tidak menghasilkan dan datanya ‘usang’ kami yang akan jemput dan memberi PAMI penghargaan.

  11. hehehehehehe….. kiapa kwa nyandak babadiam kong pi lapor jo? masak musti pake acara pengumuman di koran? hehehehehhee….

  12. Yah musti bagitu samua yg berjiwa korupsi harus di sikat habis apa lagi beliau tidak pro rakyat kecil ..

  13. PAMI kiada dang cuma itu kasus di Manado, coba kuak itu kasus2 di Minsel yg hangat2 skarang ini lei disinggung. Masih ada laeng stou kang?

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara