Ia mengajarkan sistem kepartaian, HAM, dan kebijakan publik, sekaligus terlibat langsung dalam penyusunan naskah akademik RUU Pemilu, kurikulum Bawaslu, hingga indeks kode etik penyelenggara pemilu.
Dengan demikian, ia menjadi bagian dari upaya membangun fondasi moral yang dibutuhkan untuk mengatasi “disrupsi besar” yang Fukuyama maksud.
Berikut beberapa publikasi yang menonjol dari Ferry Liando berdasarkan indeks akademik dan Google Scholar:
- Pemilu dan Partisipasi Politik Masyarakat (2016) – Studi tentang pemilihan legislatif dan presiden di Kabupaten Minahasa, menyoroti pola partisipasi politik masyarakat.
- Efektivitas Program Relawan Demokrasi dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat (2022)
- Analisis peran relawan demokrasi pada Pemilu 2019 di Kota Bitung.
- Implementasi Aplikasi Sirekap pada Pilkada Kota Manado Tahun 2020 (2022) – Kajian tentang digitalisasi proses pemilu melalui aplikasi Sirekap.
- Netralitas Aparatur Sipil Negara pada Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Tahun 2015 (2018) – Studi tentang netralitas ASN dalam pemilu lokal.
- Peranan Bawaslu dalam Penyelesaian Sengketa Pilkada Tahun 2020 di Kabupaten Halmahera Utara (2023) – Analisis peran Bawaslu dalam menjaga integritas pemilu.
- Collaborative Governance Process in Likupang Tourism Development (2026) – Kajian tentang tata kelola kolaboratif dalam pengembangan pariwisata, menunjukkan keterkaitan antara kebijakan publik dan demokrasi lokal.
- Implementation of the Voting Committee Recruitment Policy in Modoinding District for the 2024 Election (2025) – Studi tentang kebijakan rekrutmen panitia pemilu di tingkat lokal.
Kontribusi akademik dari karya-karyanya memperlihatkan konsistensi Ferry Liando dalam meneliti isu-isu kepemiluan, mulai dari partisipasi masyarakat, netralitas aparatur, digitalisasi pemilu, hingga peran lembaga pengawas.
Ia tidak hanya menulis untuk kepentingan akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam penyusunan kebijakan dan kurikulum kelembagaan seperti KPU dan Bawaslu.
Dengan demikian, publikasi Ferry Liando menjadi bagian penting dari literatur akademik Indonesia yang berfungsi ganda: sebagai referensi ilmiah dan sebagai panduan praktis bagi penyelenggara pemilu.
