Berita Utama

POLDA Sulut Didominasi PNS Luar Daerah

POLDA Sulut Didominasi PNS Luar Daerah
Kepala Bidang Humas Polda Sulut AKB Benny Bela

MANADO – Kritikan sejumlah masyarakat Sulut terkait rekrutmen dan penempatan PNS di lingkungan POLDA Sulut yang tidak memprioritaskan orang daerah, alias banyak didominasi orang dari luar daerah, ditanggapi POLDA Sulut.

Melalui Kepala Bidang Humas Polda Sulut AKBP Benny Bella, saat berpapasan dengan wartawan di lapangan parkir Polda Sulut, Kamis 24/02/2011 siang. Kepada beritamanado Bella menjelaskan rekrutmen dan penempatan PNS itu kewenangan dari pusat, jadi POLDA Sulut pada prinsipnya hanya menerima apa yang telah menjadi keputusan dari pusat.

“Seleksi dan penerimaan itu kan di Jakarta, jadi kami hanya mengirimkan utusan, dan soal lulus ataupun tidak bukan kewenangan kami, kami hanya terima saja kiriman dari Jakarta, persoalanya mungkin ketidakmampuan SDM putra-putri dari daerah kita, terbukti tidak ada yang lulus kan?” ujar Bella.

Lebih lanjut Bella mengatakan bahwa sebenarnya kebijakan untuk memperhatikan orang daerah (Sulut) sudah pernah dilakukan oleh pihak POLDA Sulut, akan tetapi persoalannya adalah tenaga honor yang ada pun kebanyakan dari daerah lain, makanya tenaga PNS yang ada dalam lingkup POLDA Sulut berasal dari luar daerah. (sa)

8 tanggapan untuk “POLDA Sulut Didominasi PNS Luar Daerah”

  1. Betul Prof saya setuju dengan pendapat anda, apa lagi dari segi logika
    ekonomi. Saya hanya mengaitkan pendapatan penduduk di Sulut dimana
    products dan services yang diatas kertas kalau dinilai dengan uang akan
    mahal sekali di county yang lain tetapi disini bisa didapat cuma-cuma.
    Dimana Sulut tanahnya subur, pisang, buah, sayur dan kebutuhan lainnya
    share diantara tetangga ataupun saudara. Mereka ada rumah yang memadai.
    Semua kenyamanan ini harus mereka bayar mahal didaerah yang lebih tan-
    dus, terlalu padat penduduknya, kumuh, banyak huru-hara, terkadang satu
    ember air saja harus beli. Mereka boleh claim income percapita lebih tinggi,
    gaji lebih tinggi tapi terkadang tidak mencukupi dari bulan kebulan.

  2. Saya ndak mengerti logika pemikiran Sdr Terhormat Ferdinand JW….Product Dometik Bruto Per Kapita adalah Gross Domestic Product (Pendapatan Kotor Daerah, dalam rupiah dibagi dengan jumlah penduduk). PDB per kapita Sulut makin terkebelakang Sdr Ferdinand…..memang di Sulut vbelum sampai ada yang pengemis seperti di Jawa tetapi kalau proses keterpinggiran berjalan terus…nanti diwaktu ,mendatang akan ada atau banyak pengemis…..

  3. Kalu pernyataan ini kaluar dari mulu bintara polisi, kita masi moMaklum.., mar ini ta herang le Pamen Polri p pernyataan model bagini.., brur beny angko p statement ini, jaoh dari semangat/cita-cita POLMAS sbgai paradigma baru Polri????

  4. Saya bangga jadi orang Sulut Gross Province Product Sulut mungkin di
    bawah provinsi lain. Tetapi jumlah penduduknya masih sekitar tiga juta.
    Ini berarti income percapita Sulut masih diatas mereka. Sulut tidak ada
    pengemis Kita bukan penjilat. Jangan merendahkan orang Sulut.
    Ini menyakiti hati orang orang Sulut yang tersebar dari Sulut sampai ke ujung
    dunia. Anggaplah ini pil pahit. Berprestasilah wahai anak anak muda.
    Supaya ngoni bisa bersaing di tingkat nasional sampai ketingkat internasional

  5. Beny Bella blng jo kwa orng2 sulut nda mampu DOI kng nda lulus mo alasan le nda mampu tu SDM. qt maso polisi thn 2007 nda lulus lantran nda ba stor 25 jt yg dorang da minta dng masi banya lagi bukti

  6. Yah….keterpinggiran orang orang Sulut ternyata bukan hanya karena PDB per kapita tinggal 40 % dari rata rata nasional (2008), padaha;l tahun 1970 masih berada diatas rata rata nasional. Juga makin banyal lahan atau tanah tanah yang sebelumnya dalam penguasaan penduduk lokal sekarang sudah beralih fungsi dan beralih ke penguasaan oranf luar…..Jiuga terdapat [pengeluhan ternyata kebanyakan keluarga petani tidak mampu lagi menyekolahkan nanak anak ke perguruan tinggi…Mahasiswa didominasi oleh keluarga pengusaha dan PNS berpangkat tinggi…MASUK POLISIPUN TERNYATA HAMPIR TIDAK ADA YANG DARI ORANG LOKAL….WAH…..nkri YANG TIMPANHG?…….ini tantangan bagi rakyat Sulut dan khususnya bagi Giubernur dan Para Bu[pati…..jadi PENDUDUK LOKAL nantinya bisa MENJADI BURUH PADA LAHANNYA SENDIRI…

  7. GAYANG Pejabat yang mengHINA orang SULUT nyanda kompeten SDMnya org SULUT. busyeeeeeeeeeeeeeeeetttttttt….cek-n-ricek……JANGAN2 yang kompeten en kapabel adalah UANG..!! maniso ‘ngoni’ mengHINA org SULUT.

  8. “Seleksi dan penerimaan itu kan di Jakarta, jadi kami hanya mengirimkan utusan, dan soal lulus ataupun tidak bukan kewenangan kami, kami hanya terima saja kiriman dari Jakarta, persoalanya mungkin ketidakmampuan SDM putra-putri dari daerah kita, terbukti tidak ada yang lulus kan?” ujar Bella.

    BELLA MENGHINA TORANG ORANG2 SULUT..!!!!
    MUNGKIN SAJA ADA PERMAINAN DARI PUSAT….KIAPA MO BILANG TORANG NDA MAMPU..!!!

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara