TAHUNA – Banyaknya sambungan liar di Kabupaten Kepulauan Sangihe menyebabkan PT PLN Tahuna mengalami kerugian. Kondisi ini membuat manajemen PT PLN Tahuna, mengambil kebijakan penertiban sambungan liar. Hal ini dibenarkan Kepala Cabang PT PLN Tahuna, Irawan Agus Sulistya, saat ditemui beritamanado, belum lama ini.
” Tim penertiban internal PLN saat ini sudah turun lapangan untuk melakukan upaya tesebut, kami tidak main-main lagi bila di temukan ada sambungan liar langsung melakukan pemutusan dan pelangan tersebut akan dikenakan sanksi tegas saat itu juga,” tegas Sulistya.
Disisi lain ketua LSM Kadadema Marslem Pulumbara angkat bicara meminta agar PLN arif dalam mengambil setiap kebijakan jangan sampai mengorbankan masyarakat.” Munculnya sambungan liar juga terjadi imbas dari pelayanan PLN yang belum maksimal. Kenapa saya katakan demikian, sebab ketika masyarakat khususnya penyambung liar ingin mendapatkan layanan pemasangan baru, justru PLN sendiri lamban melayaninya dengan alasan belum ada sambungan baru, padahal saat itu juga masyarakat membutuhkan penerangan.Dengan demikian PLN harus melihat berbagai sisi terhadap penertiban sambungan liar ini, ”ujar Pulumbara.
Menanggapi hal ini, Sulistya, mengatakan PLN saat ini sementara berupaya mendatangkan mesin baru guna penanggulangan kebutuhan listrik bagi warga Kepulauan Sangihe, Sitaro dan Talaud.
”Untuk lokasi penempatan mesin baru sudah ada, kami berharap dalam waktu dekat mesin dimaksud sudah ada dan bisa dioperasikan, sehingga komitmen PLN untuk meningkatkan pelayanan tercapai dan termasuk menghilangkan daftar tunggu pemasangan baru untuk secepatnya di layani, ”ujarnya mengakhiri pembicaraan. (gun)
