
Amurang—Era kepemimpinan bupati Drs Ramoy Markus Luntungan, jalan lingkar sudah direncanakan. Bahkan, sekitar tahun 2005, Luntungan melalui Kepala Dinas PU Minsel Ir Jantje Wauran, MM sudah melakukan bargaining dengan Kementerian PU. Termasuk, sudah masuk perencanaan tingkat nasional.
‘’Tetapi sayang, sepertinya saat ini perencanaan pembangunan jalan lingkar Amurang tak akan terealisasi. Padahal, sudah ada pembebasan lahan sekira 15 KM dari arah Kapitu-Tumpaan. Apakah, dalam kepemimpinan Bupati Christiany Eugenia Paruntu bisa dilanjutkan,’’ tanya Noldy Pratasis, warga Minsel yang kini berdomisili di Bekasi-Jakarta ini.
Menurut pengusaha sukses asal Desa Koreng-Tareran ini, bahwa jalan lingkar Amurang sangat penting. Kalau bupati ingin Amurang menjadi ibukota Minsel lebih baik. Maka, master plan lebih dulu adalah jalan lingkar.
‘’Sebab, jalan lingkar sangat diperlukan. Bagaimana mungkin, jalan Trans Sulawesi tetap macet kalau ada acara-acara besar. Solusinya, adalah jalan lingkar harus diperjuangkan,’’ katanya Ketua Dewan Pendiri LSM Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) ini.
Ditambahkan Pratasis, daerah yang tidak punya jalan lingkar sendiri. Adalah daerah yang tidak efektif. Kenapa dikatakan demikian, karena memang Minsel atau Amurang tak akan maju hanya karena tak miliki jalan lingkar.
‘’Padahal, ini sudah direncanakan sejak tahun 2005. Sepengetahuannya bahwa, Dinas PU Minsel juga dipimpin Ir John Senduk. Kenapa justru, Senduk tak ikut memperjuangkannya,’’ ungkapnya. (and)
