AMURANG– Pasca dilakukan audit APBD tahun 2010 beberapa bulan lalu, kali ini Badan Pengawas Keuangan (BPK) datang kembali di Minsel dalam rangka untuk melakukan penilaian opini terhadap pengelolaan keuangan Pemkab Minsel. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Denny P Kaawoan, SE Msi kepada beritamanado, Senin (26/09) tadi diruang kerjanya tadi.
“Mereka nantinya melakukan penilaian opini terhadap pengelolaan keuangan Pemkab Minsel hingga tanggal 20 Oktober. Namun, pihaknya optimis kalau pemeriksaan APBD 2010 bukan lagi disclaimer,” ujar Kaawoan.
Ketika disinggung opini yang nantinya bakal diumumkan BPK, kata Kaawoan, tidak terlalu yakin Minsel meraih WDP, “Jangankan WDP, WTP juga belum yakin. Tapi, ada optimisme bahwa hasil pemeriksaan diatas terjadi perubahan,’’ jelasnya.
Menurutnya, kalau kalau APBD tahun 2011 yang akan diperiksa BPK tahun 2012 itu baru saya yakin akan menggapai target tersebut. Kita lihat saja, yang pasti tahun 2012 baru akan ada kemajuan” ucapnya.
Sementara itu, Ketua MSCW Ir Yulius M Pesik menyebut, masih terlalu pagi penyampaian Kaawoan. ‘’Jangan dulu bermimpi soal opini tahun APBD 2011. APBD 2010 saja belum ada hasilnya. Kok, sudah bicara APBD 2011. Ini kan ngawur adanya. Maka dari itu, Kaawoan jangan dulu memberi penilaian. Sebelum, ada keputusan dari BPK,’’ sebut Pesik.
Senada dikatakan pemnerhati pembangunan Minsel Ir Daniel Sengkey, bahwa opini yang dikatakan Kaawoan, terlalu pagi. ‘’Kaawoan, jangan memberi statmen yang mengada-ada. Kalau warga tahu, pasti kadis yang kena. Pun demikian, bupati yang malu,’’ tukas Sengkey. (ape)
