Berita Utama

Penerbangan Toraja-Manado: Sulut Bisa Panen Puluhan Miliar

Penerbangan Manado - Toraja resmi dibuka 7 Juli 2025
Penerbangan Manado – Toraja resmi dibuka 7 Juli 2025

Catatan Subuh: M Dino Gobel

Hampir dua minggu terakhir, whatsapp saya ramai dikirimi beragam pertanyaan dari sejumlah sahabat pariwisata tanah air dan mancanegara. Mereka rata rata adalah pemilik hingga manajer pemasaran dari sejumlah travel agent di Bali, Jakarta, Makasar. Bahkan, yang lain dari Australia, Eropa, Seoul Korsel dan Jepang.

Rata rata isi pesan mereka adalah menyambut positif. Antusias atas dibukanya jalur penerbangan Manado ke Toraja.

Mereka menyambut baik. Bersemangat.

Alasannya, dalam pesan whatsapp ke saya itu, selama ini, turis asing ke Toraja lumayan banyak.

Rekor tertinggi turis asing ke Toraja mencapai 300-an ribu orang. Kebanyakan Eropa,” kata Dandy Allen, kawan pemilik sebuah travel di Jakarta.

Spesifikasi mereka kebanyakan turis peminat wisata budaya, alam pegunungan dan dive taman laut.

“Dibukanya jalur Manado Toraja telah memecahkan kebuntuan bisnis pariwisata perusahan saya, Dino. Bahkan ini akan sangat menguntungkan Manado sendiri,” lanjut Bravely, kawan agent di makasar.

Mengapa? Pengusaha travel yang juga owner rental kendaraan ini menyebutkan, banyak bule’ (sebutan khas buat turis asing) ke Toraja itu minta akses penerbangan ke Manado. Walhasil, sebagian kecil bule, karena belum adanya akses penerbangan ke manado, tetap nekat memilih land tour ke manado. Atau menyewa kendaraan. Naik mobil dari toraja ke Manado.

Hal senada diakui kawan agent dari Seoul Korsel. Park Jong namanya.

Tapi saya lebih suka sapa beliau dengan nama khas “sashimi”. Sebab sejak perkenalan awal saya dengannya di Hana Travel Mart Seoul tahun 2019, Park penggemar berat makan daging ikan salmon or tuna mentah. Sashimi.

Ke Bitung di 2023 lalu, dia habiskan 3 porsi sahsimi tuna khas kota Bitung.

Kata Park via whatsappnya, adanya akses manado ke toraja akan semakin baik bagi pariwisata Indonesia. Bahkan bagi pengusaha travel di korsel sendiri.

Mengapa? Karena, masa tinggal turis asing, khususnya Korsel, di indo akan lebih lama. Misal, saat tiba ke Toraja via Makassar. Mereka akan bisa lanjut ke manado. Spending money bisa lebih banyak lagi masuk ke indonesia, termasuk manado.

“Doakan ya Mister Dino. September mungkin penerbangan Incheon Seoul ke Manado akan terealisasi. Nah, turis negara saya akan semakin cinta ke manado karena pintu Manado semakin variatif. Kami bisa lanjut ke Raja Ampat, ke Banggai Paisupok dan sudah di Toraja pula,” katanya sembari menyertai pesannya dengan emoticon love love.

So? Menanggapi dibukanya jalur Manado Toraja ini, bagi saya yang intens mendampingi pariwisata Sulut 10 tahun terakhir, banyak peluang positif yang bisa diperoleh Manado bahkan Sulut, atas dibukanya jalur Manado-Toraja ini.

Sebelum pandemi, Sulut disadarkan bahwa pariwisata adalah sektor paling cepat memulihkan perekonomian: menaikan pendapatan, memecah kebuntuan pengangguran, menurunkan angka kemiskinan.

Dibuktikan dengan mengalir derasnya turis asing periode 2017 ke 2019. Rekor tertinggi 150 ribu orang turis asing mampir ke Sulut di periode itu.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara