
Manado, BeritaManado.com — Sangat disayangkan, euforia peresmian penerbangan langsung Manado-Toraja oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, pada 7 Juli 2025 lalu, harus pupus.
Hanya berselang singkat, operator penerbangan Wings Air memutuskan untuk menghentikan rute ini.
Keputusan ini sontak menimbulkan pertanyaan besar, terutama dari Jaringan Masyarakat Adat (JAMA).
“JAMA menilai ini bentuk kegagalan tim internal gubernur yang justru menjadi pertanyaan terhadap kinerja tim internal tersebut,” ungkap Ketua Umum LSM JAMA, Ricky Lumingkewas, Sabtu (26/7/2025).
Ricky pun mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas kondisi tersebut.
“Gubernur mesti waspadai jangan ada pihak tertentu yang akan menjatuhkan gubernur dengan berbagai program yang keliru, belum siap ON, termasuk direct fligh Manado-Toraja yang menurut JAMA tidak diperhitungkan secara matang,” tegas Ricky.
Padahal menurutnya, jika tim internal bekerja lebih arif, cermat, dan strategis, penghentian ini seharusnya bisa dihindari.
JAMA melihat ini sebagai Pekerjaan Rumah (PR) khusus bagi tokoh senior seperti Ramoy Luntungan, yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama BSG, serta Koordinator Staf Khusus Gubernur, Ferdinand Novi Mewengkang.
Ricky berharap mereka yang mendapat kepercayaan akan membantu gubernur dengan tulus dan ikhlas.
Mengingat pesan Gubernur YSK agar tidak dibiarkan bekerja sendiri, dukungan yang murni sangatlah krusial.
LSM JAMA menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program Gubernur Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus.
Demikian juga masyarakat diajak mendukung program yang ada karena semua itu demi kepentingan seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
Hal ini sejalan dengan wejangan Pembina LSM JAMA, Mayjen TNI Purn T A Umboh, yang dulunya merupakan bagian dari tim pembina YSK saat Pilgub Sulut.
(***/jenlywenur)
