MANADO – Produksi kelapa di Sulawesi Utara yang anjlok beberapa tahun terakhir membuat komoditi andalan Sulut ini mulai terpingirkan yang mana ditambah dengan kebijakan penentuan harga kelapa di Sulut yang tidak melibatkan petani, mengakibatkan para petani menderita. Hal itu diperparah dengan proses penanaman tanaman kelapa yang masih rendah sehinga produksi serta kualitas kelapa dan turunannya kurang berkembang.
Pemerintah dalam hal ini Pemprov Sulut harus mencari solusi terkait permasalahan ini. Seperti yang disampaikan Prof. O Rondonuwu “kita sampai sekarang masih menerapkan pola atau model penentuan harga yang ada disatu tangan dimana petani berada diluar dari penentuan kebijakan tersebut. Sekarang bagaimana peranan pemerintah untuk memasuki ini supaya ada penentuan harga yang melibatkan juga unsur “petani”.
Ia menambahkan “industri perkelapaan kita yang masih sedikit padahal pemanfaatan tanaman kelapa secara industrial bila dimaanfaatka secara baik bisa mensejahterakan petani dan daerah.”
Ia meminta peran Balitka harus nyata disini untuk peremajaan kelapa yang tekesan lambat dan sedikit dibanding luas areal yang harus diremajakan. (jrp)
