
Bitung – Perhatian Pemkot soal masalah kesehatan terhadap waraganya patut diacungi jempol. Pasalnya, dari seluruh kabupaten/kota di Sulut, Kota Bitung merupakan daerah kedua setelah Minut yang mendaftarkan warganya dalam Jaminan Kesehatan yakni Jamkesmas dan Jamkesda.
Itu dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) melalui PT ASKES dengan Walikota, Hanny Sondakh, Rabu (8/1/2014) di lantai 4 kantor walikota.
Supriyadi perwakilan BPJS Kota Bitung, menjelaskan BPJS Kesehatan menjadi langkah penting bagi Pemkot dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih layak dan lebih baik, khususnya masyarakat lapisan bawah. Dan di Sulut sudah dua daerah yang telah di launching Program BPJS.
“Kota Bitung adalah daerah kedua di Sulut yang mengasuransikan warganya lewat Jamkesmas, Jamkesda, Jamsostek dan Askes serta Jamkesda Mandiri,” katanya.
Ia menjelaskan, sistem jaminan kesehatan sosial kini ditangani BPJS yang merupakan transformasi dari PT Askes dan PT Jamsostek. “BPJS adalah asuransi sosial yang bertujuan memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.
Dan program itu kata dia adalah bagian dari sistem pengaman sosial nasional yang meliputi jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, kematian dan jaminan hari tua/pensiun.
Sementara itu, Sondakh menyatakan bersyukur sejumlah program jaminan kesehatan sosial bisa dijalankan di Kota Bitung. Bahkan kini ada Jamkesda Mandiri yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu yang tidak terkaver dalam program Jamkesda dan Jamkesmas.
“Kini saya minta semua pejabat, terutama camat dan lurah segera mensosialisasikan program ini di tengah masyarakat agar paham. Terutama masyarakat yang belum terkaver dalam Jamkesmas dan Jamkesda agar bisa ikut Jamkesda Mandiri,” kata Sondakh.
Hadir juga dalam acara ini Sekkot, Edison Humiang, Asisten I, Fabian Kaloh, Kadis Kesehatan Kota Bitung, dr Vonny Dumingan dan seluruh kepala SKPD Pemkot.(*/enk)
